BEI: 72% Saham di Bursa Masuk Kategori Syariah
Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, pasar modal syariah dalam lima tahun terakhir tumbuh dengan baik. Hingga saat ini, jumlah saham yang masuk ke dalam kategori saham syariah sebanyak 672 saham dari 956 saham. Jumlah tersebut setara dengan 72 persen dari keseluruhan saham tercatat.
Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, kapitalisasi pasar saham syariah di pasar modal juga cukup besar yaitu sebesar 56%. Artinya, produk syariah di pasar modal cukup diminati.
"Investor syariah 4-5 tahun dari 85 ribu sekarang 220 ribu," ungkapnya di gedung BEI Jakarta, Senin (9/3/2026).
Hal tersebut, kata Jeffrey, mendorong penambahan fitur baru mode syariah pada aplikasi IDX Mobile. Harapannya, dapat memberi kemudahan kepada masyarakat, dalam hal ini calon investor yang ingin mempelajari pasar modal syariah .
"Dalam fitur ini ada informasi terkait pasar syariah, sukuk melalui simulasi transaksi saham syariah serta pemahaman mengenai fatwa dan regulasi," ungkapnya.
BEI mencatat, hingga saat ini, pengguna aplikasi IDX Mobile sendiri ada sebanyak 510 ribu. "Artinya dari sekian juta penambahan investor baru ada 510 ribu yang melakukan proses belajar dari IDX Mobile sebelum buka rekening efek dan menjadi investor," imbuhnya.
Jeffrey menambahkan, harapannya, dengan penambahan fitur mode syariah dapat mendorong pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia. Sebab, sektor keuangan syariah sangat universal.
"Kami meyakini nilai-nilai berinvestasi secara syariah sifatnya universal. Inklusifitas pasar modal syariah tak terbatas pada agama tertentu tapi inklusifitas bisa di setiap kalangan yang mau investasi dengan prinsip manajemen risiko yang jauh lebih baik," tutupnya.
(ayh/ayh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]