Tekanan IHSG Belum Berakhir, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,62% ke level 7.585,69 pada perdagangan Jumat (6/3).Â
Penurunan indeks terjadi di tengah tekanan pada berbagai sektor, dengan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 17,67%, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 5,82%, dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) naik 1,94% sebagai penggerak utama indeks.
Sebaliknya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 2,13%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 2,83%, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) terkoreksi 4,67% sehingga menjadi penekan indeks.
Investor asing tercatat melakukan jual bersih sebesar Rp307,56 miliar di pasar reguler dan Rp261,13 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, seluruh 11 sektor di Bursa ditutup di zona negatif dengan sektor industrial mencatat pelemahan terdalam sebesar 3,37%.
Sentimen global turut memberi tekanan setelah indeks saham utama Amerika Serikat ditutup melemah. Indeks Dow Jones turun 0,95% ke level 47.501, diikuti S&P 500 yang terkoreksi 1,33% ke 6.740 dan Nasdaq melemah 1,59% ke 22.387.Â
Pelaku pasar mencermati potensi dampak konflik Amerika Serikat–Iran terhadap pasokan energi global, terutama setelah Presiden Donald Trump menyatakan tidak akan ada kesepakatan untuk mengakhiri konflik tersebut kecuali Iran menyerah tanpa syarat. Sejalan dengan itu, ETF iShares MSCI Indonesia (EIDO) turun 2,70% dan indeks MSCI Indonesia terkoreksi 1,28%.
Di sisi kinerja emiten, PT Petrosea Tbk (PTRO) membukukan lonjakan laba bersih lebih dari tiga kali lipat menjadi US$35 juta pada 2025, dibandingkan US$9,95 juta pada tahun sebelumnya. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk juga meningkat hampir tiga kali lipat menjadi US$28,81 juta dari US$9,70 juta pada 2024.
Kinerja tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan sebesar 28,32% secara tahunan menjadi US$886,46 juta dari sebelumnya US$690,81 juta. Pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas pada jasa pertambangan dan layanan penunjang. Segmen penambangan menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan US$389,25 juta, diikuti segmen konstruksi dan rekayasa sebesar US$379,74 juta yang juga mencatat pertumbuhan signifikan.
Pertumbuhan laba yang lebih tinggi dibandingkan peningkatan pendapatan dipengaruhi oleh penurunan beban administrasi dan keuangan menjadi US$72,95 juta dari sebelumnya US$82,42 juta. Namun demikian, beban usaha langsung tercatat meningkat menjadi US$774,23 juta dari US$600,52 juta pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana melaksanakan aksi rights issue dengan menerbitkan sekitar 86,7 miliar saham baru seri E dari total 90 miliar saham yang telah disetujui dalam RUPSLB pada 27 Februari. Aksi korporasi ini akan dilakukan dengan rasio 2:1.
Dana yang diperoleh dari rights issue tersebut direncanakan terutama untuk pelunasan kewajiban. Sekitar Rp4,36 triliun akan disalurkan melalui anak usaha Bakrie Toll Indonesia untuk melunasi kewajiban kepada Hartman International sebesar Rp3,66 triliun dan kepada Bank National Nobu sebesar Rp700 miliar. Selain itu, Rp1,09 triliun akan digunakan untuk melunasi kewajiban kepada Bank Mayapada International.
Sebesar Rp300 miliar juga akan diberikan sebagai pinjaman kepada Cimanggis Cibitung Tollways untuk pembangunan rest area, sementara sisa dana akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja. Rights issue tersebut dijadwalkan efektif pada 8 Mei 2026 dengan periode perdagangan HMETD berlangsung pada 26 Mei hingga 4 Juni 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas
-
TPIA - Buy 6250-6300 | TP 6525-6700 | SL 5900
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
WIIM - Buy 1950-1960 | TP 2000-2050 | SL 1810
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
DSNG - Buy 1390-1400 | TP 1430-1460 | SL 1310
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
MYOR - Buy 1995-2005 | TP 2040-2100 | SL 1900
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
-
MEDC - Buy 1780-1785 | TP 1830-1880 | SL 1675
[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]
(ayh/ayh) Addsource on Google