IHSG Sesi 1 Turun 2,61%, Asing Net Sell Rp 83,8 Miliar

mkh, CNBC Indonesia
Jumat, 06/03/2026 13:32 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat (6/6/2026) kembali dalam tekanan setelah kemarin ditutup naik 1,76%. 

IHSG menutup sesi 1 dengan penurunan 201,44 poin atau 2,61% ke level 7.509,10. Sebanyak 676 saham turun, 101 naik, dan 181 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 9,39 triliun, melibatkan 17,45 miliar saham dalam 1,17 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun turun menjadi Rp 13.392 triliun. 

Mengutip Refinitiv, semua sektor berada di zona merah. Konsumer non-primer, utilitas, dan energi masing-masing turun 4,32%, 3,51%, dan 3,18%. 


Adapun saham yang menjadi pemberat utama IHSG adalah bank jumbo dan juga saham energi hingga komoditas, utamanya milik Sinar Mas, Bakrie, dan Prajogo Pangestu. 

Berikut 10 saham pemberat utama IHSG siang ini: 

  1. Bank Mandiri (BMRI): -12,81 indeks poin
  2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI): -11 indeks poin
  3. Bumi Resources Minerals (BRMS): -9,71 indeks poin
  4. Barito Renewables Energy (BREN): -9,25 indeks poin
  5. Astra International (ASII): -9,21 indeks poin
  6. Energi Mega Persada (ENRG): -7,17 indeks poin
  7. Barito Pacific (BRPT): -7,17 indeks poin
  8. Dian Swastatika Sentosa (DSSA): -7,17 indeks poin
  9. Bank Central Asia (BBCA): -7,11 indeks poin
  10. Telkom Indonesia (TLKM): -6,31 indeks poin

Sementara itu, asing mencatat net sell Rp 83,8 miliar pada sesi 1 hari ini. 

Dalam perkembangan terpisah, bursa Asia perlahan menghijau setelah dibuka koreksi pagi tadi. Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,22% dan Nikkei di Jepang naik 0,62%. Kemudian HSI di Hong Kong naik 1,87%. 

Adapun pasar keuangan Indonesia masih dibayangi tekanan berat. Perang AS-Israel dan Iran yang memanas, lonjakan harga minyak hingga proyeksi terbaru ekonomi China akan menjadi sentimen negatif hari ini.

Harga minyak mentah melonjak mencapai level tertinggi sejak Juli 2024, seiring meningkatnya perang dengan Iran yang mengganggu pasokan energi global.

Merujuk Refinitiv, harga minyak brent ditutup di posisi US$ 84 per barel atau naik hampir 4% sementara harga minyak WTI ditutup di posisi US$81,01 per barel atau melesat 8,5%. Harga tersebut adalah yang tertinggi sejak Juli 2024 atau 2 tahun 8 bulan.

Lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz masih sebagian besar terhenti, sementara Iran mengklaim telah menghantam sebuah kapal tanker minyak dengan rudal.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BEI Bocorkan Ada 8 Perusahaan Antre IPO, 5 Perusahaan Jumbo