06:00
Video: Produksi Nikel Dipangkas, Pengusaha: "Rem Paksa" Bagi Industri
Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas produksi bijih nikel pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 ke level 260-an juta ton atau turun 31% dibandingkan RKAB 2025 yang sebesar 379 juta ton.
Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Arif Perdana Kusumah mengatakan penurunan produksi bijih nikel menjadi 260 juta ton jauh dari kebutuhan sektor hilir/smelter diperkirakan mencapai 340-350 juta ton di 2026.
Meski demikian, FINI mengapresiasi langkah pemangkasan produksi bijih nikel untuk menekan kondisi oversupply sehingga bisa mendongkrak harga, namun jika pemangkasan terlalu ketat kondisi ini membuat industri smelter melakukan "rem paksa"
FINI memperkirakan ada 3 dampak pemangkasan produksi bijih nikel yakni mengurangi produksi nikel RI, terjadi pengikisan pendapatan fiskal dan transfer benefit ke produsen nikel asing.
Seperti apa tanggapan FINI terhadap pemangkasan RKAB nikel 2026? apa dampaknya bagi industri? Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila dengan Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Arif Perdana Kusumah dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Kamis, 05/03/2026)
Addsource on Google