Video

Video:Bankir Bongkar Sebab Kredit UMKM Melambat, Efek Daya Beli Turun?

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Jumat, 06/03/2026 16:05 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren perlambatan penyaluran kredit sektor UMKM yang hingga Januari 2026 sebesar Rp1.482,99 triliun imbas gejolak ekonomi global, tekanan daya beli kelas menengah bawah hingga belum maksimalnya pemulihan sektor UMKM pasca pandemi covid-19.

Financial Business Planning Director Bank Sahabat Sampoerna, Henky Suryaputra mengamini kondisi tekanan pada penyaluran kredit UMKM disebabkan masih lemahnya demand di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan.

Di Bank Sahabat Sampoerna, 50% portofolio kredit ada di sektor UMKM sehingga saat permintaan kredit UMKM melambat akan berdampak pada perusahaan. Namun Bank Sahabat Sampoerna masih melihat peluang pertumbuhan kredit UMKM dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan mencari peluang di sektor-sektor yang memiliki potensi pertumbuhan salah satunya petani sawit.

Selain itu pemangkasan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di 2026 menjadi peluang bagi Bank Sahabat Sampoerna untuk menyasar kredit UMKM ke segmen yang tidak ditangani oleh KUR.

Seperti apa dampak dan strategi penyaluran kredit UMKM? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Financial Business Planning Director Bank Sahabat Sampoerna, Henky Suryaputra dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Jum'at, 06/03/2026)

Add as a preferred
source on Google