Selat Hormuz Panas, Emiten Prajogo (TPIA) Umumkan Force Majeure

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Rabu, 04/03/2026 10:15 WIB
Foto: PT Chandra Asri Pacific Tbk. (Dok. Chandra Asri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mengumumkan pemberitahuan force majeure kepada mitra usahanya sehubungan dengan konflik militer di kawasan Selat Hormuz, Timur Tengah.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Suryandi mengaku, ketegangan konflik antar negara yang masih berlangsung saat ini berdampak pada kelancaran distribusi bahan baku dalam rantai pasok.

"Perusahaan telah menyampaikan pemberitahuan force majeure kepada mitra usaha sesuai ketentuan kontraktual yang berlaku," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (4/3/2026).


Ia menjelaskan, penyampaian ini merupakan langkah administratif yang dilakukan secara terukur, berdasarkan kajian menyeluruh atas potensi implikasi terhadap pemenuhan kewajiban kepada pelanggan, serta sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan.

"Kami secara aktif memantau perkembangan situasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus berkembang, dan mengambil langkah antisipatif untuk memastikan ketahanan operasional di seluruh unit bisnis kami," ungkapnya.

Sebagai mitigasi, Suryani menyebut, TPIA akan mengurangi tingkat operasional (run rates) pada pabrik. "Kami saat ini melakukan koordinasi dengan pelanggan untuk memitigasi dampak dari hal ini," imbuhnya.

Ia menambahkan, dalam kondisi global yang masih bergerak dinamis ini, Manajemen berkomitmen menjaga kesinambungan operasional, ketahanan bisnis serta terus mengevaluasi potensi dampak terhadap kegiatan usaha.


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Danantara & INA Teken Perjanjian Investasi Pabrik Chandra Asri