MARKET DATA

Rosan-Pandu Bertemu Prajogo, Teken Kontrak Pabrik Kimia Raksasa

Redaksi,  CNBC Indonesia
03 March 2026 19:21
CEO Danantara, Rosan Roeslani berkolaborasi dengan PT Chandra Asri Group. (Instagram/rosanroeslani)
Foto: CEO Danantara, Rosan Roeslani berkolaborasi dengan PT Chandra Asri Group. (Instagram/rosanroeslani)

Jakarta, CNBC Indonesia - Danantara Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA) dan Chandra Asri Group secara resmi menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) guna memperkuat kapasitas produksi Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC) domestik dan meningkatkan ketahanan pasokan dalam negeri.

Momen penandatanganan tersebut dibagikan juga lewat unggahan di akun Instagram resmi CEO Danantara Rosan Roeslani. Penandatanganan juga dihadiri oleh pemilik dan pengendali utama Chandra Asri, Bapak Prajogo Pangestu bersama jajaran manajemen dan perwakilan para pihak terkait, sebagai bagian dari penguatan komitmen strategis pengembangan industri nasional.

Pengembangan fasilitas tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional untuk memperkuat kapasitas produksi bahan baku kimia esensial, mengurangi ketergantungan impor, serta mendorong hilirisasi industri dalam negeri.

"Fasilitas tersebut dapat menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja pada masa konstruksi dan ratusan saat operasional, sekaligus memperkuat rantai pasok domestik, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, dan mendorong daya saing industri Indonesia," tulis Rosan lewat akun Instagram resmi miliknya.

Pembangunan pabrik CA-EDC memiliki nilai proyek sebesar US$800 juta, dan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berfokus pada produksi bahan baku esensial bagi industri hulu dan hilir. Caustic Soda digunakan sebagai bahan baku yang digunakan dalam proses produksi sabun dan deterjen, pemurnian alumina, hingga proses pembuatan kertas. Sedangkan EDC merupakan bahan baku utama yang mendorong industri konstruksi dan pengemasan.

Dalam struktur investasi yang disepakati, Danantara Indonesia dan INA akan bersama-sama menanamkan modal dengan total investasi sebesar US$200 juta. Pendanaan ini akan digunakan untuk membangun fasilitas industri strategis CA-EDC yang dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak Perusahaan Chandra Asri Group, dan direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2027.

Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir menyampaikan perjanjian ini menegaskan komitmen pihaknya untuk memperkuat industri-industri strategis nasional yang memberikan nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kolaborasi ini tidak hanya sebagai respon terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi, kunci penggerak ekonomi Indonesia," ujar Pandu dalam keterangan resminya, Selasa (3/3/2026).

Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, Eddy Porwanto menyebut investasi ini mencerminkan mandat investasi jangka panjang INA untuk menggerakkan modal pada sektor-sektor yang menjadi prioritas nasional.

"Upaya ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta memperkuat daya saing dan ketahanan industri nasional," katanya.

Sementara itu, Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra berharap proyek CA-EDC ini dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis, memperkuat ketahanan rantai pasok nasional serta mendukung hilirisasi.

"Selain itu, pembangunan dan operasional fasilitas ini juga akan membuka peluang kerja baru sebanyak 3000 pada masa konstruksi dan 250 pada saat operasional serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan industri di Cilegon dan sekitarnya," pungkasnya.

Pada fase pertama, pembangunan pabrik CA-EDC akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 400.000 ton Caustic Soda kering per tahun dan 500.000 ton Ethylene Dichloride. Fasilitas ini dikembangkan dengan standar teknologi dan keselamatan industri yang tinggi untuk memastikan efisiensi operasional, keandalan pasokan serta kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos Emiten Prajogo (TPIA) Borong 200 Ribu Saham di Atas Harga Pasar


Most Popular
Features