Kredit Bank Januari 2026 Naik 9,96%, Ditopang Segmen Investasi
Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan kredit Januari 2026 mencapai 9,96% secara tahunan. Hal ini seiring dengan laju kencang kredit investasi.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan bahwa kredit bank mencapai Rp 8.557 triliun pada bulan pertama tahun ini. "Kredit investasi naik 22,38% yoy, diikuti kredit konsumsi 6,58% yoy, sedangkan kredit modal kerja 4,13% yoy," katanya dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Februari 2026, Selasa (3/3/2026).
Berbeda dengan capaian kredit, laju pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) bertahan di level dua digit. OJK melaporkan DPK perbankan per Januari 2026 sebesar Rp 10.076 triliun, naik 13,48% yoy.
Dengan demikian ruang likuiditas perbankan melebar. Rasio simpanan terhadap kredit atau loan to deposit ratio (LDR) mencapai 84,93%, turun dari Januari 2025 yang sebesar 87,64%.
Sementara itu, profil risiko bank per Januari 2026 membaik. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) turun 4 basis poin secara tahunan menjadi 2,14% dan kredit dalam risiko (LAR) turun 71 bps menjadi 9,01%.
(mkh/mkh) Add
source on Google