IHSG Masih Tertekan, Bos OJK Soroti Konflik Timur Tengah

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Selasa, 03/03/2026 15:20 WIB
Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto sebagai Pjs. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi saat menyampaikan pemaparan dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan untuk menyampaikan kebijakan strategis OJK serta perkembangan terkini di sektor jasa keuangan. (Tangkapan Layar Youtube/Otoritas Jasa Keuangan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pengawas aset kripto yang merangkap sebagai pejabat sementara (Pjs) pengawas pasar modal Hasan Fawzi mengungkapkan kondisi IHSG yang masih terkoreksi sepanjang bulan Februari 2026.

"IHSG per akhir Februari 2026 ditutup di level 8.236,45, terkoreksi 1,13% mtd atau tertekan 4,76% sejak awal tahun (ytd)," ungkap Hasan dalam konferensi pers RDKB, Selasa (3/3/2026).


Meski demikian, Hasan menyebut tekanan pasar mulai mereda dari akhir Januari kala IHSG turun dalam imbas kabar pembekuan saham RI di indeks MSCI.

Selanjutnya, Hasan juga menggarisbawahi volatilitas pasar yang masih tinggi awal Maret ini yang dipicu oleh eskalasi konflik yang sedang terjadi di Timur Tengah.

"OJK terus memantau pergerakan pasar dan berkoordinasi dengan SRO, baik itu BEI, KSEI, KPEI dan pelaku industri dalam mengambil kebijakan yang diperlukan," jelas Hasan.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: OJK: Masalah Pasar Modal RI Kemarin Tidak Terjadi Tiba-Tiba