Jaga Integritas, OJK Kebut Reformasi Struktural Pasar Modal RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan reformasi struktural yang dilakukan akan menjadikan pasar modal tanah air lebih tangguh dalam menghadapi gejolak geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. Untuk mempercepat reformasi struktural ini, ada 8 rencana aksi yang mencakup likuiditas, transparansi, tata kelola, hingga sinergitas.
Pertama, kebijakan baru free float dengan menaikkan batas minimum menjadi 15% sesuai standar global. Kebijakan ini akan berlaku untuk emiten yang akan IPO dan diberikan masa transisi agar dapat melakukan penyesuaian wajar.
Kedua, transparansi ultimate beneficial owner (UBO), untuk meningkatkan kredibilitas dan investibility pasar. Ketiga, penguatan data kepemilikan saham.
"Per hari ini akan ada di website bursa, dari 9 jenis investor jadi 25 jenis investor. Yang di atas 1%, akan disampaikan KSEI hari ini. Lalu yang lainnya dari 9 jadi 25 kategori itu sedang disiapkan," ujar Friderica dalam Market Outlook 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa, (3/3/2026).
Rencana aksi keempat, demutualisasi Bursa Efek Indonesia, sebagai bagian dari penguatan governasi dan mitigasi benturan kepentingan. Kiki, sapaan Friderica menegaskan OJK terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam rangka persiapan implementasi demutualisasi bursa efek.
Kelima, penegakan peraturan dan sanksi, dengan memperkuat enforcement secara tegas dan berkelanjutan terhadap pelanggaran hukum, termasuk manipulasi transaksi saham dan informasi menyesatkan.
"Sudah kita umumkan bagaimana sanksi bagi emiten dan finfluencer. Ini arahan yang kita diskusikan di forum komisi XI, dimana finfluencer banyak meresahkan masyarakat. Ini semoga jera, sehingga tidak sembarangan memberi pendapat yang tidak dilandasi governance baik," ungkapnya.
Keenam, tata kelola emiten dengan mewajibkan pendidikan berkelanjutan bagi direksi, komisaris hingga komite audit. Kewajiban bagi penyusun laporan keuangan emiten untuk memiliki sertifikasi CA.
Ketujuh, pendalaman pasar secara terintegrasi, dengan mengakselerasi inisiatif-inisiatif pendalaman pasar, baik dari sisi demand, supply dan infrastruktur. Terakhir, kolaborasi dan sinergi dengan stakeholder dalam melanjutkan reformasi struktural secara berkesinambungan.
"Kami juga akan bentuk tim satgas percepatan reformasi integritas pasar modal, ini kolaborasi OJK dan pemerintah yang akan secara intensif melihat pemenuhan action plan dan tata kelola market," ujar dia.
Langkah reformasi pun menurut Kiki direspon positif oleh pasar, yang tercermin dari net buy Rp 2,07 triliun dan Rp 5,06 triliun pekan lalu.
"Kepercayaan dapat pulih tapi ini harus didukung implementasi konsisten dari pelaku pasar," kata Kiki.
(rah/rah) Add
source on Google