MARKET DATA

Malaysia & Filipina Buru-Buru Ikut Indonesia Reformasi Pasar Modal

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
03 March 2026 10:53
Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menyampaikan sambutan dalam acara Market Outlook 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menyampaikan sambutan dalam acara Market Outlook 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan reformasi integrasi di pasar modal Tanah Air, sebagai wujud upaya perbaikan kepercayaan terhadap pasar saham Indonesia.

Seperti diketahui, akhir Januari lalu lembaga indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) melakukan pembekuan rebalancing indeks bagi sekuritas Indonesia. Menurut MSCI, hal ini dilakukan karena menilai adanya keterbatasan transparansi struktur kepemilikan saham serta potensi perilaku perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga wajar.

Untuk itu, OJK menyiapkan 8 rencana aksi untuk meningkatkan integritas pasar modal, di antaranya seperti penguatan data kepemilikan saham dan transparansi ultimate beneficial owner (UBO). Pun kebijakan baru terkait free float.

"Pertama peningkatan batas free float 7,5% jadi 15%. Untuk emiten eksisten transisi harus terukur. Kedua, penguatan transparansi UBO, ini dorong struktur kepemilikan hingga UBO, disertai penguatan pengawasan terkait afiliasi atau hubungan pengendali untuk cegah praktik nominee yang tersembunyi," tutur Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi dalam acara Market Outlook 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Upaya ini diklaim OJK, turut mengubah strategi otoritas pasar modal negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Filipina. Tentunya hal ini berkaitan erat dengan peran penting pasar modal sebagai tempat mencari pendanaan bagi para perusahaan terdaftar atau emiten.

"Apa yang kita lakukan itu juga membuat beberapa otoritas lain reformasi. Ini mungkin juga bagaimana market kita di mana persaingan likuiditas sengit. Otoritas malaysia, selain menaikan free float, juga memperjelas akun nominee, lalu memisahakan klsifikasi UBO dan retail. Di filipina mereka batalkan penurunan batas minimum free float, jadi mereka batalkan apa yang mereka rencanakan, dan mengganti dengan minimum freef loat berbasis market cap (kapitalisasi pasar)," sambung perempuan yang akrab disapa Kiki itu. 

(bul/bul) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article DPR Minta Free Float Saham 30%, Bos OJK: Setuju Tapi Bertahap


Most Popular
Features