OJK Singgung Soal Penutupan Selat Hormuz, Ini Dampaknya!
Jakarta, CNBC Indonesia - Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi memberi peringatan terkait adanya penutupan Selat Hormuz di Iran.
Ia mengatakan, dampak dari penutupan tersebut akan mempengaruhi bisnis global termasuk di Indonesia. Hal ini tentunya dianggap tidak baik, mengingat banyak perdagangan minyak yang dilakukan berbagai negara lewat Selat Hormuz.
"Ini akan pengaruhi harga minyak global, maka ini akan berpengaruh pada global dan Indonesia," ujar Friderica dalam Market Outlook 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa, (3/3/2026).
Lebih lanjut, dikatakannya, potensi tersebut akan diikuti inflasi global dan pada gilirannya mendorong kebijakan bank sentral dalam menetapkan suku bunga. Hal itu tentunya akan berdampak pada pengetatan likuidutas pasar keuangan global.
"Ini juga pengaruh bagaimana persaingan untuk dapat dana global yang akan semakin ketat," ujarnya.
Sekadar informasi, Iran telah mengumumkan penutupan Selat Hormuz. Bahkan negeri itu kini mengancam semua kapal yang nekad lewat akan ditembak.
Hal ini menjadi eskalasi terbaru sejak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke negara itu. Serangan yang dinamakan Trump Operasi Epic Furry itu sendiri menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei.
(dpu/dpu) Add
source on Google