Kantongi Restu Rights Issue, Grup Bakrie (BNBR) Bidik Dana Rp6,5 T

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Jumat, 27/02/2026 18:00 WIB
Foto: Direktur Utama BNBR Anindya Bakrie dan Direktur BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti usai RUPSLB PT Bakrie & Brothers Tbk. di Bakrie Tower, Jumat (27/2/2026). (CNBC Indonesia/Zefanya Aprilia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding Group Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) telah mengantongi restu untuk menggelar Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.Persetujuan ini diperoleh melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan Perseroan, di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

"Perseroan menilai perlu untuk melaksanakan PMHMETD dalam rangka optimalisasi struktur pendanaan terkait Pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT)," kata Direktur Utama & CEO BNBR Anindya N. Bakrie kepada wartawan, usai RUPSLB, Jumat (27/2/2026).


Melalui mekanisme PMHMETD ini, Perseroan akan menerbitkan saham baru seri E sebanyak-banyaknya 90 miliar saham. Saham baru tersebut akan dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Harga pelaksanaan dan target dana yang dihimpun akan ditentukan pada 9 Maret mendatang. Namun, Anindya mengatakan BNBR membidik dana yang terhimpun sebesar Rp4 triliun hingga Rp6,5 triliun.

Seluruh dana terhimpun dari PMHMETD akan digunakan untuk pembayaran utang perusahaan atau entitas anak kepada kreditur, serta untuk modal kerja dan pengembangan usaha, termasuk CCT.

Selain itu, ia menyebut rights issue ini dapat mengurangi debt to equity BNBR yang sekarang 500% menjadi 200%.

"Apa gunanya rights issue ini adalah untuk membayar utang daripada akuisisi tersebut. Dan ini membuat debt to equity yang tadinya lima kali menjadi dua kali lipat. Jadi menjadi lebih sehat, lebih liquid, dan bisa menatap masa depan dengan lebih baik., tambah pria yang akrab disapa Anin itu.

Direktur BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti menambahkan periode waktu pelaksanaan rights issue ini ditargetkan dapat rampung seluruhnya pada bulan Juni mendatang.

Anin meyakini rencana PMHMETD ini dapat berdampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan, memperkuat kinerja operasional dan struktur permodalan BNBR.

"Selain itu, penambahan modal juga dapat meningkatkan kemampuan Perseroan untuk melakukan ekspansi usaha, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada laba Perseroan dan diharapkan dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan," kata Anin.

Setelah aksi ini, lanjut Anin, rasio total pinjaman terhadap total aset turun dari sebesar 84,28% sebelum PMHMETD menjadi sebesar 67,9% setelah PMHMETD. Hal Ini menunjukkan bahwa setelah PMHMETD, komposisi aset Perseroan yang didanai dengan ekuitas menjadi lebih besar sehingga kontribusi kepada bagian pemegang saham dari kinerja aset-aset Perseroan menjadi lebih besar.

Rasio total pinjaman terhadap total ekuitas turun dari sebesar 536,02% sebelum PMHMETD menjadi sebesar 211,57% setelah PMHMETD. Hal ini menunjukkan bahwa komposisi ekuitas Perseroan meningkat dibandingkan dengan utangnya.

Anin mengatakan, rencana PMHMETD akan memberikan pengaruh kepada pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD miliknya untuk melakukan pembelian Saham Baru, yang mana persentase kepemilikan saham di Perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 33,33% setelah dilaksanakannya HMETD.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BEI Janji Sediakan Data Shareholder Concentration List ke MSCI