DPK BRI Tembus Rp1.466 Triliun, CASA Naik & Biaya Dana Makin Efisien

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Jumat, 27/02/2026 14:17 WIB
Foto: dok Direktur Utama BRI, Hery Gunardi

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) fokus memperbaiki struktur dana. Pada tahun lalu strategi ini telah berhasil meningkatkan dana murah atau current account savings account (CASA) dan menekan biaya dana atau cost of fund (CoF). 

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bisnis bank pada dasarnya dimulai dari penghimpunan dana.

"Jadi banking itu adalah funding game. Jadi apa yang kita mau bangun di BRI itu adalah bagaimana kita membangun funding franchise yang kuat. Intinya kita ingin memperbaiki struktur pendanaan kita," ujar Hery dalam konferensi pers paparan kinerja keuangan 2025, Kamis (26/2/2026).


Secara total, dana pihak ketiga (DPK) BRI tumbuh 7,4% yoy menjadi sekitar Rp1.466,84 triliun secara konsolidasi pada tahun lalu. Giro tercatat tumbuh 19,7% yoy dan tabungan naik 7,9% yoy, mencerminkan penguatan struktur pendanaan berbasis ritel dan non-wholesale.

Seiring dengan laju kencang pertumbuhan giro dan tabungan, rasio CASA BRI pada 2025 naik menjadi 70,6% dari sebelumnya 67,3%.

"Tren ini sangat positif, tadinya tabungan BRI jauh di bawah pesaing. Sekarang dengan pesaing utama saya jaraknya sudah makin tipis, jadi kita ingin leading tentunya butuh effort," kata Hery. 

Hery melanjutkan bahwa porsi dana murah yang bertambah tebal memberikan dampak positif terhadap CoF. Tercatat pada akhir 2025 turun menjadi 2,9% dari sebelumnya 3,2% pada 2024.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Networking dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto mengatakan bahwa pertumbuhan dana murah terus ditopang oleh strategi optimalisasi digital channel, yang menunjukkan kinerja positif.

Ia memaparkan bahwa aplikasi untuk nasabah ritel, BRImo mencatat peningkatan yang signifikan. Jumlah pengguna aktif naik 18,9% year-on-year (yoy), menjadi 45,9 juta di Desember 2025. Nilai transaksi mencapai Rp7.076,9 triliun atau tumbuh 26,4% yoy.

Sementara itu, aplikasi Qlola yang ditargetkan bagi nasabah menengah dan komersial serta korporasi juga tumbuh kuat. Jumlah pengguna aktif menjadi 113.000 atau meningkat 48,1% yoy, dengan volume penjualan meningkat sebesar 36,2% yoy menjadi Rp13.456 triliun.

Aquarius melanjutkan, dari sisi merchant transaksi bisnis melalui BRI juga meningkat pesat. Volume penjualan merchant naik 48,1% yoy menjadi Rp223,2 triliun.

Demikian juga untuk QRIS BRI menunjukkan trend yang meningkat, dengan sales volume naik 100% yoy menjadi Rp85,6 triliun. Jumlah transaksinya tumbuh 127,5% yoy menjadi lebih dari 782,8 miliar transaksi.

"Capaian ini menegaskan bahwa transformasi digital BRI tidak hanya memperkuat basis dana murah tetapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat," kata Aquarius.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BRI Sukses Cetak Laba Bersih Rp 57,132 Triliun di Tahun 2025