Harga Minyak Turun, Pasar Cermati Negosiasi Iran-AS

Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
Jumat, 27/02/2026 10:40 WIB
Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia bergerak turun tipis pada perdagangan Jumat pagi (27/2/2026) setelah sebelumnya cenderung stabil dalam beberapa hari terakhir. Pelaku pasar masih menunggu arah baru dari perkembangan geopolitik yang mempengaruhi pasokan energi global.

Berdasarkan Refinitiv per pukul 09.20 WIB, harga minyak Brent Crude Oil tercatat US$70,75 per barel, turun dari posisi penutupan sebelumnya US$70,85 per barel.

Sementara itu harga minyak West Texas Intermediate berada di level US$65,21 per barel, melemah dari US$65,42 per barel pada perdagangan sebelumnya.


Pergerakan minyak menunjukkan kecenderungan melemah secara terbatas dalam beberapa hari terakhir. Brent sempat menyentuh US$71,76 per barel pada 20 Februari sebelum kemudian bergerak lebih sempit di sekitar level US$70 per barel. WTI juga turun dari kisaran US$66 menuju area US$65 per barel.

Melansir Reuters, pasar minyak saat ini merespons perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang masih berlanjut. Prospek dialog yang terus dibuka mengurangi kekhawatiran terjadinya gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.

Kondisi tersebut membuat premi risiko geopolitik cenderung menyusut. Akibatnya harga minyak sulit menembus level tertinggi yang sempat dicapai pada pertengahan Februari.

Dalam jangka pendek, arah harga minyak masih sangat bergantung pada perkembangan negosiasi tersebut. Selama tidak muncul eskalasi baru, minyak cenderung bergerak terbatas di kisaran US$60-70 per barel untuk WTI dan sekitar US$70 per barel untuk Brent.

Pergerakan yang relatif datar ini menunjukkan pasar masih dalam fase menunggu. Investor belum mengambil posisi besar sebelum ada kejelasan arah sentimen pada awal Maret.

CNBC Indonesia


(emb/emb) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: S&P Wanti-wanti Peringkat Utang RI Turun - IHSG Melemah 1,5%