Segmen Korporasi Mendominasi, Transaksi BNIDirect Melesat 26%
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI terus berkomitmen memperkuat layanan keuangan terhadap nasabah, termasuk segmen korporasi, melalui transformasi layanan platform BNIDirect. BNIDirect merupakan digital financial platform untuk layanan Cash Management untuk nasabah bisnis dan institusi, serta mendukung aktivitas transaksi keuangan dengan lebih Cepat, Mudah dan Aman.
Melalui layanan cash management berbasis internet banking, BNIDirect turut menopang transaksi nasabah. Sepanjang 2025, BNIDirect membukukan nilai transaksi Rp11.406 triliun sepanjang tahun 2025. Jumlah ini melesat sebesar 26% secara year-on-year (YoY) dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp9.025 triliun.
Adapun 78% dari total nilai transaksi tersebut berasal dari nasabah korporasi dan bertambahnya nasabah BNIDirect. Tercatat hingga Desember 2025, jumlah nasabah BNIDirect mencapai 261 ribu hingga Desember 2025.
BNI sendiri telah melakukan transformasi pada platform BNIDirect yang saat ini tampil lebih simpel, cepat, dan personal, serta mampu mendukung UMKM berkat dukungan sejumlah fitur seperti real-time cash visibility, single authorization, hingga kemudahan dalam bertransaksi. Seiring transformasi tersebut, saldo giro transaksional BNI meningkat signifikan 43,8% YoY.
Dari sisi ekspansi, BNI telah menyalurkan kredit korporasi sebesar Rp 518,2 triliun hingga akhir Desember 2025 atau meningkat 20,01% YoY. Bila dirinci, kredit tersebut ditopang oleh sektor swasta atau institusi sebesar Rp 336,3 triliun dan sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 181,9 triliun.
Secara tahunan, terdapat tiga sektor industri yang mendorong pertumbuhan kredit BNI (bank only), yaitu infrastruktur, air, listrik, dan gas, serta sumber daya alam (SDA). Kontribusi dari industri infrastruktur mencapai Rp 63,3 triliun atau meningkat 139% YoY, industri air, listrik, dan gas mencapai Rp 12,6 triliun atau tumbuh 43% YoY, dan SDA mencapai Rp 7,6 triliun atau naik 17% YoY.
Sedangkan secara kuartalan (QoQ), kredit BNI ditopang oleh sektor infrastruktur, air, listrik, dan gas, serta layanan bisnis. Kontribusi dari industri infrastruktur mencapai Rp 56 triliun atau melesat 106%, industri air, listrik, dan gas mencapai Rp 8,9 triliun atau meningkat 27%, dan layanan bisnis mencapai Rp 2,5 triliun atau naik Rp 6%.
"Strategi pertumbuhan kredit yang terdiversifikasi menjadi kunci dalam menjaga kualitas portofolio di tengah perlambatan ekonomi global," ujar Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena dalam keterangannya, dikutip Kamis (26/2/2026).
Pada akhirnya, berkat kombinasi pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan yang tangguh, serta kualitas aset yang membaik, BNI berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 20,0 triliun sepanjang 2025.
(rah/rah) Add
source on Google