IHSG Lesu Lagi, Sesi 1 Ditutup Turun 0,81%

mkh, CNBC Indonesia
Kamis, 26/02/2026 13:01 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi 1 dengan koreksi 67,05 poin atau -0,81% ke level 8.255,18. 

Sebanyak 475 saham turun, 212 naik, dan 271 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 14,83 triliun, melibatkan 24,89 miliar saham dalam 1,72 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar terkikis menjadi Rp 14.809 triliun. 

Sebagai informasi, IHSG mengawali perdagangan di zona hijau. Indeks dibuka naik 0,35%, tetapi langsung kehilangan tenaga di menit-menit awal. IHSG bahkan sempat anjlok 1% ke level 8.236.


Mengutip Refinitiv, mayoritas sektor berada di zona merah. Hanya utilitas yang diapresiasi pasar dengan kenaikan 1,32%. 

Konsumer nonprimer, bahan baku, teknologi menjadi sektor yang mengalami koreksi paling dalam, yakni masing-masing -2,12%, -1,23%, dan -1,15%. 

Sementara itu, tidak ada saham yang secara signifikan membebani IHSG. Bobot poin cukup terbagi di antara saham-saham berkapitalisasi besar yang mengalami koreksi pada sesi 1. 

Telkom Indonesia (TLKM) menjadi saham dengan bobot terbesar, yakni -6,31 indeks poin. Lalu diikuti oleh Merdeka Copper Gold (MDKA) -6,3 indeks poin dan Bank Central Asia (BBCA) -4,74 indeks poin. 

Adapun memasuki perdagangan Kamis ini, pasar keuangan Indonesia berpotensi bergerak lebih sensitif karena dibayangi rangkaian sentimen khususnya dari Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan State of the Union 2026 di hadapan Kongres AS pada Selasa malam waktu setempat atau Rabu pagi 25 Februari 2026 waktu Indonesia.

Dalam pidato hampir dua jam, Trump memamerkan capaian tahun pertama masa jabatan keduanya, mulai dari klaim perbatasan yang semakin ketat, penurunan inflasi, penguatan pasar saham, dorongan produksi energi, hingga arah kebijakan pajak dan tarif. Di saat yang sama, ia menegaskan narasi bahwa Amerika memasuki era keemasan menjelang peringatan 250 tahun kemerdekaan pada 4 Juli 2026.

Trump juga menegaskan pemerintahannya tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, sembari menyebut Teheran sebagai sponsor terbesar terorisme di dunia.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya pengerahan kekuatan militer AS di Timur Tengah. Namun, Trump dinilai belum banyak menjelaskan secara rinci kepada publik Amerika mengenai alasan dan batasan langkah yang dapat diambil, meski situasinya berpotensi mengarah pada eskalasi terbesar terhadap Iran sejak Revolusi 1979.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sentimen ini Bikin IHSG & Rupiah Memerah Sambut Libur Panjang