Broker AS Digugat Insider Trading,BikinBursa KriptoRungkad
Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan perdagangan (broker) asal Amerika Serikat (AS) Jane Street digugat atas dugaan insider trading. Gugatan tersebut menuding Jane Street memperoleh keuntungan ilegal sekaligus mempercepat runtuhnya kerajaan kripto Terraform.
Melansir The Wall Street Journal, Todd Snyder, administrator yang ditunjuk pengadilan AS, mengajukan tuntutan ganti rugi terhadap Jane Street, salah satu pendirinya Robert Granieri, serta karyawan Bryce Pratt dan Michael Huang. Gugatan diajukan di pengadilan federal Manhattan.
Dalam dokumen gugatan yang banyak disunting, Snyder menuduh Jane Street menggunakan informasi material nonpublik dari orang dalam Terraform untuk melakukan front-running perdagangan. Aksi tersebut disebut mempercepat kehancuran Terraform.
Terraform runtuh pada Mei 2022 ketika mata uang kripto TerraUSD kehilangan patokannya terhadap dolar AS. Token saudaranya, Luna, juga anjlok mendekati nol hanya dalam hitungan hari setelah de-peg.
Keruntuhan senilai US$40 miliar itu merugikan ratusan ribu investor di seluruh dunia, dengan sebagian kehilangan tabungan hidup mereka hampir dalam semalam. Kejadian tersebut juga memicu efek domino yang menjatuhkan sejumlah perusahaan kripto, termasuk berujung pada kolapsnya bursa FTX milik Sam Bankman-Fried.
Terraform mengajukan kebangkrutan pada Januari 2024 dan trust pembubaran resmi dibentuk pada akhir tahun yang sama. Do Kwon, pendiri Terraform pada 2018, kini menjalani hukuman penjara 15 tahun setelah mengaku bersalah atas dua dakwaan pidana pada Agustus lalu.
"Jane Street menyalahgunakan hubungan pasar untuk mengatur pasar demi kepentingannya dalam salah satu peristiwa paling konsekuensial dalam sejarah kripto," kata Snyder dalam pernyataan. Ia menegaskan pihaknya akan menempuh semua jalur hukum demi kepentingan para kreditur Terraform.
Menanggapi gugatan tersebut, juru bicara Jane Street menyebutnya sebagai upaya putus asa untuk menarik uang. Perusahaan menilai kerugian pemegang Terra dan Luna berasal dari dugaan penipuan besar oleh manajemen Terraform Labs dan berjanji akan melawan klaim tersebut.
Menurut gugatan, pada akhir 2018 Jane Street telah mendaftar untuk berdagang langsung dengan Terraform, tetapi aktivitasnya baru meningkat pada Februari 2022. Saat itu Jane Street mengirim Bryce Pratt, mantan intern Terraform, untuk membangun jalur komunikasi dengan mantan rekan kerjanya.
Salah satu komunikasi Pratt adalah membuat grup chat bernama "Bryce's Secret" yang beranggotakan mantan kolega di Terraform. Grup tersebut diduga digunakan untuk menyalurkan informasi terkait Terraform kembali ke Jane Street.
Setelah Pratt memperkenalkan kepala pengembangan bisnis Terraform dengan pimpinan DeFi Jane Street melalui email, kedua pihak mulai rutin berkomunikasi. Namun gugatan menuduh Jane Street memanfaatkan komunikasi itu sebagai sumber informasi rahasia untuk memaksimalkan keuntungan perdagangan.
Secara spesifik, pada 7 Mei 2022 pukul 17.44 EST, Terraform menarik 150 juta TerraUSD dari Curve3pool. Kurang dari 10 menit kemudian, dompet kripto yang oleh sejumlah analis dikaitkan dengan Jane Street menarik 85 juta TerraUSD dari pool yang sama sebelum informasi tersebut dipublikasikan.
Keesokan harinya, Kwon menyatakan penarikan 150 juta tersebut bertujuan memindahkan TerraUSD ke pool likuiditas baru. Namun waktu pasti aktivitas terkait pool baru itu tidak diketahui publik, menurut gugatan.
Gugatan ini muncul dua bulan setelah administrator Terraform juga menggugat Jump Trading yang diduga memiliki kesepakatan rahasia untuk menopang TerraUSD sebelum kolaps. Perusahaan tersebut disebut kemudian meraup keuntungan miliaran dolar dari kehancuran Terraform.
Setelah transaksi 7 Mei, Jane Street diduga terus menggunakan informasi rahasia, termasuk yang diperoleh dari Jump Trading, untuk memperbesar keuntungan. Pada 9 Mei, saat TerraUSD sudah depeg namun belum sepenuhnya runtuh, Pratt membuat pesan grup dengan Kwon, Huang, dan pihak Jane Street untuk menyatakan minat membeli bitcoin atau token Luna.
Jane Street juga dikenal sebagai tempat awal karier Bankman-Fried dan Caroline Ellison sebelum mereka mendirikan Alameda Research dan FTX. Hubungan tersebut kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya pengawasan terhadap praktik perdagangan di industri kripto.
(fsd/fsd) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]