Bank Mandiri Kantongi Laba Rp 4,65 T per Januari 2026, Naik 16,18%
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengantongi laba bersih Rp 4,65 triliun per Januari 2026. Capaian ini naik 16,18% secara tahunan (yoy).
Hal tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar 10,2% yoy. Kinerja tersebut turut ditopang penurunan biaya dana atau cost of fund (CoF) sebesar 27 basis poin dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga posisi CoF pada Januari 2026 terjaga pada level 2,06%.
Pada periode yang sama, pendapatan berbasis komisi mencatatkan pertumbuhan yang solid seiring meningkatnya aktivitas transaksi di berbagai lini bisnis.
Fee dased income (FBI) recurring Bank Mandiri tumbuh 16,1% yoy, memperkuat struktur pendapatan yang semakin berimbang dan berkelanjutan.
Pertumbuhan tersebut turut mencerminkan peningkatan produktivitas serta efektivitas pengelolaan biaya dalam mendorong kinerja keuangan yang semakin optimal, tercermin dari rasio cost to income ratio (CIR) yang membaik menjadi 37,75%, turun 3,44% dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di atas 40%.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan bahwa kinerja awal tahun ini mencerminkan wujud sinergi yang terintegrasi antara strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan penguatan ekosistem.
"Kami memastikan akselerasi yang bertumbuh tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan," ujar Novita dalam keterangan resminya, Senin (23/2/2026).
Sementara itu, Bank Mandiri menyalurkan kredit perseroan tumbuh 15,62% yoy menjadi Rp 1.511,4 triliun.
Peningkatan penyaluran kredit tersebut turut mendorong pertumbuhan total aset menjadi Rp 2.191,9 triliun atau naik 13,96% yoy, mencerminkan ekspansi bisnis yang tetap terjaga kualitasnya seiring penguatan fungsi intermediasi di awal tahun.
Di samping itu, struktur pendanaan juga menunjukkan penguatan yang solid. Dana pihak ketiga (DPK) secara bank only tercatat sebesar Rp 1.635,5 triliun atau tumbuh 17,29% yoy, sejalan dengan strategi optimalisasi pendanaan dan penguatan basis nasabah.
Adapun, komposisi dana tersebut didominasi dana murah dengan rasio current account savings account (CASA) terjaga di level 73%, sehingga mendukung efisiensi biaya dana sekaligus memperkuat struktur likuiditas perseroan.
(mkh/mkh) Add
source on Google