Tulang Punggung Pendapatan Hillcon Kena PKPU

mkh, CNBC Indonesia
Senin, 23/02/2026 08:05 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Keterbukaan informasi PT Hillcon Tbk membuka fakta krusial terkait struktur bisnis perseroan. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, hampir seluruh pendapatan perusahaan ditopang oleh satu entitas anak, yakni PT Hillconjaya Sakti.

Kontribusi entitas tersebut mencapai Rp2,79 triliun atau setara 99,86% dari total pendapatan perseroan. Artinya, struktur usaha Hillcon sangat terkonsentrasi pada satu anak usaha.

Namun, entitas yang menjadi tulang punggung pendapatan tersebut kini tengah menghadapi gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).


Di sisi lain, nilai kewajiban yang menjadi dasar gugatan relatif kecil dibandingkan skala bisnis perseroan. Total utang kepada PT Tri Nusantara Petromine tercatat sebesar Rp46,01 miliar.

Jika dibandingkan dengan kontribusi pendapatan Rp2,79 triliun, nilai kewajiban tersebut hanya sekitar 1,73% dari total pendapatan.

Perseroan juga menyatakan bahwa dampak PKPU terhadap pendapatan tidak material dan operasional tetap berjalan normal.

Seiring dengan permasalahan yang tengah membayangi HILL, harga saham emiten konstruksi ini turun 46,79% dalam lima hari perdagangan terakhir. Sepanjang tahun berjalan saham HILL sudah koreksi 62,09% ke level 58. 

Sebagai informasi, penerima manfaat akhir HILL adalah Hersan Qiu. Dia mengendalikan Hill melalui Hillcon Equity Management yang menggenggam 42,76% saham. 


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Awal Pekan, IHSG Menguat Lebih Dari 1% ke Level 8.343