Hasil Lengkap Pertemuan Kedua Bursa Efek Indonesia dengan MSCI
Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Efek Indonesia (BEI) telah bertemu dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 11 Februari 2026. Salah satu hal yang dibahas adalah penyediaan data shareholder concentration list.
Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan pertemuan tersebut membahas detail dari tiga rencana aksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada MSCI.
Ketiga rencana aksi itu mencakup disclosure atas pemegang saham di atas 1%, penyediaan data investor yang lebih granular, serta progres implementasi Peraturan I-A tentang pencatatan yang menaikkan ketentuan free float dari 7,5% menjadi 15%.
Ia menjelaskan, terkait disclosure pemegang saham di atas 1% dan data investor yang lebih rinci, BEI telah kembali mempresentasikan perkembangan terbarunya dalam pertemuan tersebut. Sementara untuk implementasi aturan free float 15%, BEI menegaskan komitmennya menjalankan kebijakan tersebut guna meningkatkan kualitas pasar.
"Kami juga akan menerbitkan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham yang terkonsentrasi, yang juga sudah diterapkan di Hongkong. Tentunya dengan implementasi ini akan lebih meningkatkan transparansi dan integritas pasar kita ke depannya," jelas Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, dikutip Kamis (12/2/2026).
Jeffrey menambahkan pertemuan dengan MSCI bersifat non-publish karena masih banyak detail yang didiskusikan lebih lanjut. Seluruh proposal yang disampaikan kepada MSCI juga akan diberikan kepada seluruh penyedia indeks lainnya serta kepada publik.
Bursa menargetkan data pemegang saham di atas 1% akan dipublikasi pada akhir Februari atau awal Maret bersamaan dengan penerbitan shareholders concentration risk. Di sisi lain, data investor yang lebih granular direncanakan dirilis pada akhir Maret 2026.
(mkh/mkh)[Gambas:Video CNBC]