Hashim: Prabowo Marah Besar Akibat Saham, Minta Pimpinan Bursa Mundur
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto disebut marah besar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Kemarahan tersebut dipicu oleh kekhawatiran terhadap integritas pasar modal dan dampaknya terhadap investor, khususnya investor ritel.
Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo menegaskan, pasar dengan integritas tinggi hanya dapat terwujud jika dilandasi oleh kepercayaan dan kredibilitas. Ia mengatakan pemerintah akan mengawasi secara ketat para pimpinan pasar modal dan bersikap serius dalam menjaga integritas tersebut.
"Kita semua tahu apa yang terjadi minggu lalu, bukan? Morgan Stanley, kejatuhan pasar saham, dan saya tidak tahu apakah Anda mengikuti, tapi itu menjadi topik hangat besar minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri," ujar Hashim dalam ASEAN Climate Forum, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, (11/2/2026).
Hashim menegaskan pemerintah Indonesia bertekad menjaga kredibilitas pasar dan kehormatan Republik Indonesia. Ia menyebut bagi Presiden Prabowo, kehormatan negara adalah hal yang sangat penting sehingga pengawasan akan dilakukan secara sangat ketat.
Ia juga menyoroti banyaknya investor yang menjadi korban dari kejadian pasar tersebut, terutama ketika terdapat perusahaan dengan rasio price to earnings (PE) yang dinilai tidak masuk akal. Hashim menyebut adanya PE ratio mencapai ratusan hingga ribuan kali sebagai indikasi kuat adanya masalah serius di pasar.
"Ada sesuatu yang salah, jadi harapan saya dan harapan Presiden Prabowo serta harapan pemerintah adalah agar Anda (sebagai regulator dan SRO) tetap mengawasi. Dan ketika Anda melihat semua anomali yang konyol ini, ini adalah red flag," tegasnya.
Hashim juga menekankan bahwa akan selalu ada potensi penipuan di pasar jika pengawasan lemah. Ia menyebut peran regulator sangat krusial untuk memastikan tidak ada pihak yang mencoba menipu investor.
Kepada calon investor asing, Hashim menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam menjaga integritas pasar, termasuk pasar karbon. Ia menyatakan integritas tinggi tidak akan berarti tanpa pengawasan dan pemeliharaan yang konsisten.
"Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah atas apa yang terjadi minggu lalu, terutama karena kehormatan negara kita dipertaruhkan," kata Hashim. Ia menambahkan bahwa banyak investor ritel yang menjadi korban sehingga isu ini menjadi sangat penting.
Hashim menegaskan tidak ada maksud kekerasan dalam pernyataannya, namun yang dipertaruhkan adalah integritas OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menutup dengan menekankan bahwa reputasi regulator, pelaku pasar, dan negara Indonesia secara keseluruhan berada dalam taruhan besar.
(fsd/fsd)