Economic Outlook 2026

Kepala BPKH: Rupiah Stabil Kunci Modal Asing Masuk RI

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Rabu, 11/02/2026 09:55 WIB
Foto: Ketua Badan Pengelola Keuangan Haji, Fadlul Ilmansyah saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Ilmansyah mengatakan bahwa stabilitas rupiah menjadi pertimbangan bagi investor asing yang ingin menanamkan modal di Indonesia.

Hal ini disampaikan dalam CNBC Indonesia Economy Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta pada Selasa (10/2/2026). Dirinya mengatakan bahwa kestabilan rupiah menjadi pembicaraan bagi investor di kawasan ASEAN.

"Di ASEAN sebagai contoh bahan pembicaraan adalah rupiah, apakah saat invest ada kepastian, tapi yg pasti harus stabil," ungkapnya.


Seperti diketahui, negara di ASEAN seperti Singapura dan Malaysia masuk ke jajaran negara yang suka menanamkan modalnya ke Indonesia.

Selain penting untuk menarik modal asing, kestabilan rupiah dirasa penting bagi lembaganya yang merupakan pengelola dana haji.

Fadlul menjelaskan, stabilitas kurs menjadi sangat penting karena pengeluaran haji tiap tahunnya bisa mencapai Rp 20 triliun, seperti untuk keperluan transportasi hingga akomodasi. 80% dari nilai pengeluaran itu dalam bentuk dolar AS.

"80% dari Rp 20 triliun itu berbasis US dolar dan Saudi Real. Kalau seandainya saja kita bayar pakai rupiah, di sana terimanya saudi real atau US dolar jadi kita gak harus berkompetisi dengan teman-teman importir, seperti Pertamina, PLN, segala macam yang butuh US dolar besar," ucapnya.

Fadlul menganggap, bila skema LCT ini bisa dicapai antara bank sentral Indonesia dengan Arab Saudi, maka kebutuhan permintaan dolar tak lagi besar tiap tahunnya. Sebab, dari pengeluaran haji bisa langsung menggunakan mata uang rupiah, tanpa harus menukar terlebih dahulu dengan dolar.

"Jadi kita enggak perlu ada permintaan terhadap US dolar. Info yang kami dapatkan adalah sekarang bank sentral Indonesia dengan Saudi sedang dalam proses MoU, itu PR terbesar. Lumayan lah kontribusi terhadap pergerakan rupiah itu bisa lebih stabil kalau kita enggak harus beli dolar atau real dalam setiap tahun," papar Fadlul.

Sebagaimana diketahui, sejak 2023 lalu, BI sudah melakukan komunikasi dengan pihak Arab Saudi untuk bisa menjajaki kerjasama transaksi penggunaan mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT).

Adapun negara-negara yang sudah memperoleh kesepakatan pemanfaatan LCT dengan Indonesia alias transaksi tanpa perlu menggunakan dolar di antaranya Malaysia, Thailand, Jepang, China, Singapura, Korea Selatan, India, dan United Arab Emirates (UAE).


(tep/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jaga Rupiah, Cadev RI di Januari 2026 Turun USD 1,9 Miliar