Perkuat Pasar Modal RI, OJK Siap Lakukan Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae menuturkan bahwa pihaknya akan terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam mendorong sistem keuangan yang lebih sehat, salah satunya di pasar modal.
Hal ini penting dilakukan agar pasar modal nasional bisa sejalan dengan global dan memenuhi ekspetasi investor luar.
"Kita akan menerapkan pasar modal kita sesuai dengan international best practice tentu dalam semua hal dalam konteks reformasinya sesuai dengan best practice. Ini kenapa kita lakukan dalam teori regulasi dan supervisi apapun yang kita lakukan akan berdampak terhadap competitiveness secara keseluruhan maupun dinamika. Misal saya pengawas perbankan kita punya standar internasional kita tidak bisa menyimpang dalam sektor perbankan secara overall kita tidak bisa against international rule karena apa kita nanti akan dinilai apakah perbankan kita memiliki standar yang kuat misalnya dalam prudential banking ini contoh ketika kita menerapkan international best practice kita itu aman," ujaranya dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026)
Apalagi lanjut Dian, banyak orang beranggapan untuk mengukur ekonomi rill bisa dilihat dari kinerja pasar modalnya.
Untuk itu dalam mendorong pasar modal yang kuat dan kompetitif, OJK akan mendorong penerapan international best practice di pasar modal.
"Pasar modal juga tentu akan ada perkembangan. Kata orang mengukur kinerja ekonomi riil bisa dari pasar modal. Meskipun situasi down dengan praktik yang tepat bisa bounce back dengan konsistensi," terangnya.
Seperti diketahui, akhir Januari Morgan Stanley Capital Index (MSCI) memberikan ultimatum kepada bursa kita untuk lebih transparan terhadap data free float, kalau tidak mereka akan menurunkan kasta market Indonesia menjadi Frontier Market.
Kalau itu terjadi, pelaku pasar khawatir dana asing bisa menguap lebih dari Rp150 triliun. Sejak saat itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terjun sampai trading halt dua kali beruntun.
IHSG bahkan sempat menguji titik terendah ke level 7600, atau ambles 18% lebih kalau ditarik dari puncak tertinggi yang tercapai pada 20 Januari 2026 di mana indeks bursa saham kita sempat bertengger di atas 9000.
(dpu/dpu)