MARKET DATA

Bos BI Bilang Uang di Bank Mampet, Kredit Seret!

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
10 February 2026 11:35
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan bahwa penyaluran dana di perbankan ke sektor rill saat ini tengah mampet. Sebab, likuditas di perbankan sebetulnya tengah melimpah, namun pertumbuhan kredit belum optimal.

Destry mengatakan, sepanjang 2025, BI telah menurunkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 125 basis points ke level 4,75% untuk mendukung likuiditas. Ditambah dengan adanya kebijakan likuiditas makroprudensial alias KLM senilai Rp 338 triliun. Ditambah lagi upaya pemerintah meningkatkan M0 atau uang primer senilai Rp 200 triliun.

"Tapi memang transmisi di perbakan lambat. landing rate kok belum turun, bank ada yang mampet," kata Destry dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Destry tak menjelaskan secara detail penyebab mampetnya penyaluran kredit di perbankan, hingga pada 2025 hanya tumbuh 9,69% secara tahunan, melambat dibanding pertumbuhan pada 2024 yang mampu mencapai level 10,93%.

Meski begitu, ia menekankan, pemerintah dan otoritas moneter telah merespons masalah mampetnya pembiayaan dari perbankan itu melalui pembentukan tim debottlenecking yang mengurus hambatan berusaha di sektor bisnis. Tim itu tercakup dalam Satgas Percepatan Program Startegis Pemerintah (P2SP).

"Ini satu masukkan tim debottelnecking di keuangan. Karena bank likuiditas punya,' tegas Destry.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tak Perlu Lama! Uang Negara Rp 200 T di BI Tinggal Tarik ke Bank


Most Popular
Features