MARKET DATA

Saham Naik 422%, Emiten Spare Part (INDS) Ungkap Target Ekspor

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
09 February 2026 18:40
Pabrik PT Indospring Tbk. (Dok. indospring)
Foto: Pabrik PT Indospring Tbk. (Dok. indospring)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten komponen otomotif PT Indospring Tbk (INDS) mengumumkan rencana diversifikasi pasar ekspornya ke Timur Tengah. Hal ini diungkap di tengah kenaikan harga sahamnya yang signifikan beberapa waktu ke belakang.

Perseroan membidik pasar Timur Tengah karena dinilai memiliki potensi besar dan relevan dengan portofolio produk Perseroan. Pasalnya, karakteristik pasar di kawasan tersebut memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia, terutama dari sisi kendaraan komersial.

"Kami melihaÈ› pasar Timur Tengah memiliki karakteristik yang serupa dengan Indonesia, khususnya pada dominasi truk merek Jepang yang memiliki spesifikasi dan model identik. Oleh karena itu, strategi Perseroan tahun ini akan berfokus pada ekspansi ekspor ke wilayah Timur Tengah dan Asia Tengah," sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin, (9/2/2026).

Terpisah, Direktur INDS Bob Budiono mengatakan, saat ini, segmen pendapatan Perseroan berasal dari tiga pasar utama, yakni pasar OEM (Original Equipment Manufacturer) domestik, pasar after market atau replacement spare part, serta pasar ekspor.

Dari sisi pasar dalam negeri, pada tahun ini Perseroan memfokuskan lini produk Fastener (U-bolt) untuk pasar aftermarket. Meski demikian, Perseroan tetap membuka peluang investasi tambahan guna memproduksi fastener non-otomotif sebagai bagian dari pengembangan bisnis ke depan.

"Strategi ini sejalan dengan target Perseroan untuk menembus jajaran tiga besar di pasar domestik, sekaligus menjadikannya motor pertumbuhan utama di masa mendatang," jelas Bob.

Terkait proyeksi industri, Bob menilai, pasar suku cadang kendaraan bermotor masih akan terus bertumbuh seiring dengan prospek positif industri otomotif nasional. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), proyeksi penjualan mobil nasional pada 2026 diperkirakan mencapai 850.000 unit, atau meningkat sekitar 5,4% dibandingkan realisasi 2025 yang tercatat sebanyak 803.687 unit.

Seiring dengan berita ini, saham INDS telah meningkat 9,77% ke angka Rp1.180 per pukul 14.55 WIB hari ini, dan telah naik 422,12% secara year to date (ytd). Adapun kapitalisasi pasarnya mencapai Rp7,74 triliun.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kinerja Indeks Saham Syariah Lampaui IHSG, Tumbuh 23% YtD


Most Popular
Features