07:17
Video: Intip Cuan Investasi Bursa Berjangka Saat Global Masih Panas!
Jakarta, CNBC Indonesia- Direktur Utama Quickpro Berjangka Indonesia, Freddy Chandra optimistis terhadap prospek investasi di perdagangan berjangka 2026 seiring dengan tren penurunan suku bunga.
Di era bunga rendah, investor cenderung meningkatkan minatnya terhadap instrumen investasi yang berisiko tinggi seperti bursa berjangka. Saat ini volume transaksi dan likuiditas transaksi di bursa berjangka seiring dengan kembali aktifnya Investor ritel dan institusi di awal tahun 2026.
Di tengah gejolak geopolitik global imbas perang Timur Tengah yang melibatkan AS-Iran, hingga drama pencaplokan Greenland telah mempengaruhi pergerakan harga komoditas dalam kontrak berjangka. Volatilitas harga komoditas berjangka ini maka investor dan trader disarankan untuk menjalankan risk management dalam mencari peluang di bursa berjangka.
Seperti apa prospek investasi di bursa berjangka hadapi volatilitas global 2026? seperti apa minat investor muda di bursa berjangka? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Direktur Utama Quickpro Berjangka Indonesia, Freddy Chandra dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Rabu, 04/02/2026)