IHSG Ngegas! Sesi 1 Naik 1,57%

mkh, CNBC Indonesia
Selasa, 03/02/2026 12:46 WIB
Foto: Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi 1 hari ini, Selasa (3/2/2026) dengan kenaikan 1,57% atau 124,49 poin ke level 8.047,22. 

Sepanjang sesi 1, volatilitas IHSG terbilang tinggi. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (3/2/2026), indeks dibuka turun 0,43% ke level 7.888,77 kondisi tersebut semakin parah setelah 10 menit pasar dibuka, IHSG anjlok lebih dalam dan terkoreksi hingga 2,07% ke level 7.758,46.

Namun setelahnya indeks mulai bangkit memangkas koreksi hingga bergerak di zona hijau. Hingga pukul 10.44 WIB IHSG naik 1,07% ke level 8.007,65 atau melesat 295 poin dari level terendah perdagangan intraday hari ini.


Pada akhir sesi 1, mayoritas saham atau 611 entitas berada di zona hijau. Sebanyak 175 turun dan 172 tidak bergerak. Nilai transaksi siang ini mencapai Rp 17,62 triliun, melibatkan 36,39 miliar saham dalam 1,94 juta kali transaksi. 

Melihat nilai transaksi dan pergerakan IHSG siang ini, tampaknya pasar sudah mulai tenang setelah berubi-tubi dihajar oleh sentimen negatif, mulai dari evaluasi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) hingga pengunduran diri direktur utama Bursa Efek Indonesia dan para dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Pada perdagangan sesi 1 hari ini, saham-saham yang mengalam koreksi dalam sejak akhir pekan lalu mulai menghijau. Saham-saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, Bakrie, Otto Toto Sugiri, hingga Aguan menjadi penggerak utama indeks siang ini. 

DCI Indonesia (DCII) terpantau kembali ke level 220.250 dengan kenaikan 11,8%. DCII menyumbang 23,12 indeks poin ke IHSG. 

Astra International (ASII) yang naik 5,18% ke level 6.600 menjadi saham dengan bobot terbesar kedua, yakni 13,31 indeks poin. Kemudian emiten Prajogo Pangestu, seperti Barito Pacific (BRPT) dan Chandra Asri Pasific (TPIA) berkontribusi 13,68 indeks poin. 

Sementara itu, saham emiten milik Bakrie, Bumi Resources (BUMI) dan Darma Henwa (DEWA) kembali diserbu investor. Kedua saham mencatat nilai transaksi terbesar kedua hari ini, masing-masing sebesar Rp 4,43 triliun dan Rp 1,74 triliun. BUMI dan DEWA kompak naik 10% pada perdagangan sesi 1.

Adapun pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan volatile. Dampak aturan MSCI hingga data ekonomi dalam dan luar negeri akan membayangi perdagangan bursa saham.



Pemangku kepentingan pasar modal Indonesia menggelar pertemuan dengan MSCI pada Senin sore kemarin. Pertemuan ini digelar setelah bursa saham RI rontok karena adanya permintaan perubahan aturan dari MSCI.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membidangi pengawasan aset kripto sekaligus pasar modal, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa diskusi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan penyedia layanan indeks global MSCI berlangsung positif.

"Diskusi pertemuan dengan MSCI sangat baik. Kami sepakat untuk melanjutkan pembahasan di level teknis. MSCI juga memberikan guidance terkait metodologi dan perhitungan yang akan dilakukan," ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).

Hasan menegaskan, OJK bersama BEI akan menyampaikan pembaruan secara berkala terkait perkembangan komunikasi dengan MSCI, sejalan dengan komitmen transparansi yang terus didorong regulator dan otoritas bursa.

"Mudah-mudahan progresnya berjalan baik hingga evaluasi akhir," kata Hasan.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bos OJK & BEI Ramai-ramai Mundur, IHSG Dibuka di Zona Merah