Bos Danantara Sebut Saham yang Anjlok Memang Sudah Kemahalan

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Selasa, 03/02/2026 09:40 WIB
Foto: Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menyampaikan paparan dalam acara Big Alpha Business Summit 2025 di Jakarta, Jumat (19/12/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) kembali bicara terkait saham-saham Indonesia yang saat ini marak dijual oleh para investor pasar modal baik domestik maupun asing.

Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengungkapkan, usai pengumuman penyesuaian kebijakan free float oleh MSCI yang sempat mengguncang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), saham-saham yang dengan valuasi yang tinggi atau sudah terlalu mahal mengalami koreksi.


"Memang banyak retail melihat nih banyak saham-saham yang kemarin saya bilang uninvestability atau saham-saham yang memang dengan valuasi yang sangat tinggi (kemahalan) mengalami koreksi," ujarnya saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, dikutip Selasa (3/2/2026).

Namun, sebaliknya, saham-saham yang berfundamental baik kembali diburu oleh para investor. tercatat sesi I perdagangan siang ini investor asing masing melakukan akumulasi pembelian.

"Kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu mengalami malah net buy dan positif. Jadi ini menarik juga kalau lihat top 10, top 15 buy, top 10, top 15 sell, seperti yang kita bicarakan hari Minggu kemarin malah memang sekarang mulai terjadi," sebutnya.

Danantara sendiri, kata Pandu, telah aktif melakukan pembelian pada saham-saham yang memiliki valuasi menarik.

"Kami bilang memiliki valuasi yang menarik, perusahaan yang baik dengan cash flow yang baik, dan juga dengan fundamental dan likuiditas yang baik. Jadi begitu ya," tutupnya.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video:Goldman Sachs Pangkas Peringkat Rating Saham RI Jadi Underweight