BI Jamin Terus Kawal Rupiah Menguat, Bisa Sampai Rp 15.000?

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Senin, 02/02/2026 17:05 WIB
Foto: Direktur Departemen Pengelolaan Moneter (DPM) Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso. (CNBC Indonesia/Hadijah Alaydrus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memastikan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan terus menguat, sesuai dengan kuatnya fundamental ekonomi Indonesia. Meskipun, ada sedikit tekanan pada hari ini.

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup turun tipis 0,03% ke level Rp16.785/US$ per hari ini, Senin (2/2/2026). Padahal, pada pembukaan perdagangan pagi hari, rupiah sempat menguat dengan apresiasi sebesar 0,06% di posisi Rp16.770/US$.

"Jadi kemarin-kemarin kan di level Rp 16.900-an kan ya, pelan-pelan kemudian sekarang di level Rp 16.700-Rp 16.800. Kita tentunya optimis bagaimana disampaikan Pak Gubernur bahwa rupiah akan cenderung menguat," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di kawasan Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).


"Karena prospek ekonomi Indonesia, karena fundamental Indonesia bagus, dan juga tentunya karena yield surat berhaga Indonesia yang kompetitif. Dan kita harapkan semua pihak juga bisa ikut sama-sama menciptakan kondisi yang kondusif untuk pasar keuangan Indonesia yang lebih baik," tegasnya.

Ramdan Denny memastikan, BI akan terus berada di pasar keuangan untuk memastikan kurs rupiah bergerak sesuai fundamental ekonomi Indonesia. Ia pun menekankan, intervensi juga akan terus dilakukan BI bila diperlukan untuk menjaga stabilitas kurs.

"Artinya BI tetap akan mengoptimalkan semua instrumen yang ada untuk membawa rupiah itu stabil dan cenderung menguat, kan gitu ya. Dan ini yang kita lakukan apabila diperlukan bisa intervensi ya, baik di pasar domestik maupun di pasar offshore. Dan tentunya kan secara bertahap rupiah bisa dibuat stabil," paparnya.

Ketika ditanya wartawan apakah BI akan terus mengawal penguatan kurs rupiah hingga mampu kembali ke level Rp 15.000/US$, Ramdan Denny menekankan bahwa bank sentral tidak menargetkan nilai rupiah di angka tertentu, melainkan sebatas menjaga stabilitasnya.

"Artinya kita tidak akan me-level kan ya, tapi yang penting adalah bagaimana rupiah tetap stabil, dan setelah bertahap itu menguat, kan gitu ya. Jadi tentunya ini semuanya tergantung faktor global dan juga domestik," ujar Ramdan Denny.


(arj/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rupiah Masih Lanjut Melemah, BI Rate Ditahan Lagi?