IHSG Trading Halt Dua Kali, Purbaya Sebut Berefek ke Obligasi RI

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Jumat, 30/01/2026 13:15 WIB
Foto: Pimpinan Danantara bersama sejumlah pejabat RI, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat doorstop media di Lobby Utara, Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan hingga mengalami trading halt sebanyak dua kali berpengaruh terhadap pasar obligasi RI.

"Sedikit (pengaruh ke pasar hutang), kayaknya nggak terlalu banyak," ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jumat (30/1/2026).

Diketahui, IHSG alami trading halt pada Rabu, 28 Januari 2026 sebanyak dua kali setelah dirilisnya laporan dari MSCI. Trading halt kembali terjadi pada keesokan hari, meski kemudian jelang penutupan IHSG memangkas koreksi.


IHSG semakin kuat pagi ini, Jumat (30/1/2026). Indeks dibuka naik 1,06% ke level 8.319,15.

Adapun di pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun juga naik ke 6,368% pada hari ini Kamis (29/1/2026), dari 6,37% pada hari sebelumnya. Imbal hasil yang naik ini menandai harga SBN tengah jatuh karena dijual investor.

Kendati memiliki pengaruh terhadap pasar utang, Purbaya optimis Surat Berharga Negara (SBN) akan kembali diminati investor setelah IHSG menunjukkan pemulihan.

Menurutnya, sejumlah kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah akan mengembalikan kepercayaan masyarakat ke pasar modal.

"Nggak apa-apa, nanti turun lagi. Mereka takut kan? Dengan kebijakan seperti ini, dengan respon pemerintah yang clear dan berani, harusnya mereka melihat bahwa kita sungguh-sungguh mengembalikan kepercayaan ke pasar modal kita," ujarnya.

"Dan di tengah ekonomi yang terus membaik, jadi nggak usah takut mereka," ujarnya.


(ayh/ayh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Obligasi -Sektor Emas, Mana Investasi Pilihan MI di Awal 2026?