Belum Berhenti, Asing Obral Lagi Saham BBCA Rp 2 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia — Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) lagi-lagi dibuang asing. Pada perdagangan kemarin, Kamis (30/1/2025), net foreign sell di emiten bank milik grup Djarum tersebut mencapai Rp 2,06 triliun.
Total penjualan asing di BBCA mencapai Rp 7,96 triliun dan pembelian Rp 5,91 triliun. Seperempat transaksi asing pada perdagangan kemarin berkutat di saham BBCA.
Rata-rata asing menjual saham BBCA di harga bawah atau Rp 6.828,4. Pada perdagangan kemarin BBCA bergerak pada rentang 6.375-7.275.
Aksi jual asing pada perdagangan kemarin menambah akumulasi net sell pada dua pekan terakhir. Saham BBCA dilepas asing senilai Rp 12,06 triliun pada periode 19–29 Januari 2026 dengan rata-rata harga jual Rp 7.255,7.
Adapun tekanan jual asing telah membawa BBCA kembali ke harga 2022. Harga BBCA mengalami tren menurun sejak puncak di area 9.800-10.000 pada Oktober 2025.
Struktur harga saat ini membentuk lower high dan lower low, menandakan dominasi seller masih kuat. Apabila BBCA gagal bertahan di level 7.200, maka berpotensi turun ke level 6.800.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas signifikan pelemahan pada perdagangan kemarin, Kamis (29/1/2026). IHSG pada akhir perdagangan ditutup turun 88,35 poin atau melemah 1,06% ke level 8.223,20, setelah sempat ambles hingga 10% setelah trading halt dibuka.
Sebanyak 521 saham turun, 214 naik, dan 73 tidak bergerak. Nilai transaksi tergolong jumbo atau mencapai Rp 68,18 triliun, melibatkan 99,11 miliar saham dalam 4,93 juta kali transaksi.
Sebagai informasi, ini adalah nilai transaksi harian terbesar sepanjang sejarah bursa, jika mengecualikan transaksi negosiasi. Diketahui transaksi bursa paling besar terjadi pada 19 September 2025 lalu senilai Rp 69,48 triliun, yang mana Rp 32,4 triliun berasal dari transaksi nego saham DSSA..
(mkh/mkh)