CLOSE AD
MARKET DATA

Media Asing Soroti Anjloknya Bursa Saham RI, Ungkap Hal Ini

Thea Fathanah Arbar,  CNBC Indonesia
29 January 2026 20:05
cover topik, fokus, ihsg
Foto: Cover Topik/ IHSG/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Media asing menyoroti anjloknya bursa saham Indonesia yang menggerus nilai kapitalisasi pasar hingga US$80 miliar atau sekitar Rp1.336 triliun hanya dalam dua hari perdagangan.

Dalam laporan Reuters dengan tajuk "Indonesian authorities attempt to soothe worries after $80 billion market rout", aksi jual besar-besaran dipicu peringatan dari penyedia indeks MSCI terkait isu kepemilikan saham dan transparansi perdagangan di pasar modal Indonesia.

Kekhawatiran tersebut memicu arus keluar modal asing dan menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sempat turun lebih dari 8%.

Tekanan terhadap pasar keuangan RI juga dikaitkan dengan meningkatnya kekhawatiran investor global terhadap arah kebijakan fiskal Presiden Prabowo Subianto, termasuk pelebaran defisit anggaran dan peran negara yang lebih besar di sektor keuangan. Dinamika kebijakan tersebut turut menekan rupiah mendekati rekor terendah sepanjang masa.

Otoritas Indonesia merespons dengan sejumlah langkah untuk meredakan kepanikan pasar. Regulator meningkatkan ketentuan free float emiten menjadi 15% sebagai bagian dari upaya menjawab kekhawatiran MSCI.

Langkah ini membantu IHSG memangkas penurunan dan ditutup melemah sekitar 1%, setelah sehari sebelumnya anjlok 7,4%. Rupiah tercatat melemah 0,27% ke level Rp16.745 per dolar AS.

"Penurunan dua hari ini lebih mencerminkan penyesuaian risiko akses pasar, bukan reaksi terhadap fundamental," kata Josua Pardede, Kepala Ekonom PermataBank, seperti dikutip Reuters, Kamis (29/1/2026).

Sementara Ketua OJK Mahendra Siregar menyatakan komunikasi dengan MSCI berjalan positif dan regulator menunggu respons atas langkah-langkah yang diusulkan.

"Kami akan memperbaiki perhitungan free float dan meningkatkan transparansi kepemilikan saham," ujarnya.

Meski demikian, tekanan masih membayangi setelah Goldman Sachs dan UBS menurunkan rekomendasi saham Indonesia. Goldman memperkirakan potensi arus keluar hingga US$7,8 miliar atau sekitar Rp130 triliun jika penurunan peringkat terjadi.

Sepanjang 2025, investor asing telah mencatatkan penjualan bersih saham Indonesia senilai Rp13,96 triliun atau sekitar US$834 juta, terburuk sejak 2020, menurut data LSEG.

(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Cermati Data Penting, Bursa Asia Dibuka Beda arah dengan Wall Street


Most Popular
Features