IHSG Jadi Sorotan, Pasar Saham Asia Dibuka Bervariasi

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Kamis, 29/01/2026 08:25 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Tokyo (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar saham Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis, (29/1/2026) dengan indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,69%.

Melansir CNBC.com, di pasar saham Jepang, Nikkei 225 naik 0,18% sementara Topix turun 0,57%, sedangkan Korea Selatan mencatat penguatan Kospi 1,09% dan Kosdaq melonjak 2,69%.

Saham Samsung Electronics menguat 1,6% setelah perusahaan melaporkan lonjakan laba kuartal IV lebih dari tiga kali lipat dan melampaui ekspektasi. Kinerja tersebut ditopang oleh kelangkaan chip memori serta permintaan yang kuat untuk server kecerdasan buatan.


Di kawasan regional, kontrak berjangka Hang Seng berada di level 27.565, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks di 27.826,91. Investor juga mencermati pergerakan IHSG Indonesia yang anjlok lebih dari 8% pada Rabu setelah MSCI memperingatkan potensi penurunan status Indonesia menjadi pasar frontier.

Goldman Sachs menurunkan rekomendasi Indonesia menjadi underweight seiring ekspektasi berlanjutnya aksi jual pasif. Para strategis bank tersebut menilai sentimen ini akan menjadi beban yang menghambat kinerja pasar.

Di Wall Street, indeks S&P 500 sempat menembus level 7.000 untuk pertama kalinya sebelum berbalik melemah usai The Fed menahan suku bunga dan merevisi naik penilaian pertumbuhan ekonomi. Indeks tersebut ditutup turun tipis 0,01% ke 6.978,03, setelah sebelumnya mencetak rekor intraday di 7.002,28.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,02% ke 49.015,60, sementara Nasdaq Composite mengungguli dengan kenaikan 0,17% ke 23.857,45. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak naik setelah The Fed menyatakan aktivitas ekonomi tumbuh solid dan tingkat pengangguran menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan sulit menyimpulkan bahwa kebijakan moneter saat ini masih bersifat sangat ketat. Menurutnya, data ekonomi yang masuk menunjukkan kondisi yang relatif kuat, sehingga ruang pengetatan tambahan menjadi terbatas.

Di sisi lain, harga emas spot mencetak rekor baru pada Kamis, (29/1/2026) setelah bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, menahan suku bunga acuannya di kisaran 3,5%-3,75%. Logam mulia tersebut melonjak lebih dari 3% dan untuk pertama kalinya menembus level US$5.500 per ons.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: The Fed Tahan Suku Bunga di Tengah Ketidakpastian Ekonomi