Tak Bakal Ganggu Kredibilitas BI, Thomas: Lihat RDG Berikutnya!
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, yang telah terpilih sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI) pengganti Juda Agung mengaku tak diberikan tugas-tugas khusus oleh pemerintah untuk melakukan perombakan besar-besaran kebijakan moneter.
Keponakan Presiden Prabowo Subianto itu menekankan, masyarakat bisa membuktikan ucapannya saat pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Februari 2025. RDG merupakan rapat berkala bulanan dalam penentuan kebijakan moneter termasuk penentuan suku bunga acuan BI Rate.
"Saya punya tugas khusus untuk ini enggak ada. Saya punya agenda bagaimana mengarahkan dewan gubernur enggak ada. Nanti lihat saja di RDG berikutnya, bisa enggak ada perubahan drastis? Sampai ke saat itu saya mengatakan saya berkomitmen. Tapi jaminannya di RDG berikutnya," tegas Thomas di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Meski begitu, Thomas memastikan, akan banyak berkontribusi sesuai kapasitasnya sebagai deputi gubernur BI. Thomas mengaku memiliki latar belakang keilmuan yang kuat di bidang moneter sehingga percaya diri menjalankan tugas barunya di otoritas moneter itu.
"Kalau dilihat teknisnya, master saya itu banyak sekali setengahnya ekonomi, salah satunya monetary. Kalau dilihat contoh pendidikan di Universitas Johns Hopkins, saya baca Timothy Geithner, Tim itu treasury di bawah Obama, sebelumnya di The Fed. Itu sangat nyata secara akademis saya bicara seperti ini," paparnya.
Anak dari Joseph Soedradjad Djiwandono, Gubernur BI periode 1993-1998 itu juga telah mengungkapkan, akan membawa misi penguatan sinergi otoritas fiskal dan moneter dalam jabatan barunya.
Langkah yang telah ia jelaskan saat proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di Komisi XI DPR awal pekan ini ia tegaskan bukan lagi dalam bentuk burden sharing atau berbagi beban sebagaimana periode Covid-19. Melainkan sinergi memperkuat efektifitas transmisi kebijakan moneter dalam menggerakkan ekonomi riil.
"Burden yang kita kenal adalah produk masa pandemi kalau lihat teknisnya cost sharing. Yang saya tekankan di fit and proper ialah sinergi dari mengelola transmisi," tegas Thomas.
(arj/arj)[Gambas:Video CNBC]