QRIS Bakal Bisa Dipakai di 8 Negara, Ini Daftarnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan, layanan Quick Response Code Indonesian Standard alias QRIS akan terus diperluas ke berbagai negara.
Pada tahun ini, Perry mengatakan, layanan transaksi digita melalui ponsel itu akan bisa digunakan di 8 negara multi kawasan.
Tak lagi hanya di kawasan Asia, seperti yang selama ini sudah bisa digunakan di Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, melainkan dilanjutkan ke China, Korea, India, hingga Timur Tengah, seperti Arab Saudi.
"Jadi QRIS akan kami perluas ke delapan negara. Setelah Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, akan berlanjut ke China, Korea, India, dan juga dengan Arab Saudi," kata Perry saat meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Sebagaimana diketahui, layanan QRIS lintas negara pertama kali diterapkan di Thailand sejak 2022 silam, dilanjutkan di Malaysia dan Singapura pada 2023. Jepang setelahnya atau tepatnya pada 2025.
Sementara itu, untuk China dan Korea Selatan kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta akan mulai bisa digunakan pada kuartal I-2026.
"Dalam waktu dekat mudah-mudahan sebelum Triwulan I kita sudah bisa implementasi dengan Tiongkok dan juga Korea Selatan," kata Filianingsih, Rabu (21/1/2026).
Sementara itu, untuk India dan Arab Saudi, belum ada target spesifik akan bisa diimplementasikan kapan.
Meski demikian, PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) telah ditunjuk BI untuk mempersiapkan QRIS Cross Border ke Arab Saudi dan India akhir tahun lalu.
Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji mengungkapkan pihaknya menjajaki pengembangan QRIS ke dua negara tersebut pada akhir tahun lalu.
"Baru tadi siang penjajakan untuk bisa pengembangan cross border ke India dan Saudi Arabia. Jadi nanti kalau kalau naik haji ataupun umrah nggak perlu lagi bawa uang, tinggal tap-tap aja," katanya usai Mandiri BFN Fest 2025, Kamis (11/12/2025) dikutip dari qris.interactive.co.id.
Di Indonesia sendiri, layanan QRIS telah dimanfaatkan oleh 60 juta pengguna yang 45 juta di antaranya merupakan UMKM. Adapun transaksinya telah mencapai pertumbuhan 139,99% secara tahunan pada akhir 2025 dari Rp 659,9 triliun menjadi Rp 1.486,8 triliun. Pada 2026, BI menargetkan nilai transaksi QRIS menjadi Rp 3.110,6 triliun dan pada 2027 menjadi Rp 5.674,3 triliun.
(arj/haa)[Gambas:Video CNBC]