LPS Bidik Kenaikan Masyarakat Usia Produktif Melek Literasi Keuangan
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menargetkan masyarakat melek literasi keuangan dapat meningkat tahun ini. Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengaku, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang belum menggunakan layanan keuangan.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 jumlah penduduk usia prduktif rentang 15-69 tahun yang belum memiliki rekening sebanyak 15,3 juta jiwa. LPS menargetkan, tahun ini turun menjadi 13 juta jiwa.
"Target kami akan menurunkan ke sekitar 13 juta jiwa penduduk usia produktif yang belum memiliki rekening pada tahun 2026," ujarnya di gedung Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Namun, Anggito menuturkan, dalam rangka sosialisasi dan literasi jasa keuangan bekerja sama dengan pihak terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia (BI).
"Tentu kami tidak sendiri, kami bersama-sama khususnya dengan OJK, dan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, melakukan semacam kampanye, edukasi, literasi," sebutnya.
Ia menambahkan, LPS juga memiliki program untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap jasa keuangan dan pelindungan masyarakat.
"Jadi target kami yang akan kami tetapkan di 2026 adalah kurang lebih menambah jumlah penduduk yang produktif, yang nantinya akan memiliki rekening sehingga bisa akses kepada sektor keuangan dan bisa mendapatkan layanan-layanan keuangan yang diperlukan," pungkasnya.
(pgr/pgr)