Bos OJK Ungkap Stabilitas Sektor Keuangan RI Terjaga Stabil
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar mengungkapkan stabilitas sektor jasa keuangan nasional masih tetap stabil didukung permodalan kuat dan likuiditas yang memadai.
Kredit bank per Desember 2025 tercatat tumbuh 9,6% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 8.585 triliun, didorong oleh kredit investasi yang menguat 20%, diikuti konsumsi 6,5% dan modal kerja 4,2%.
"Kualitas kredit terjaga, NPL net 0,79%, loan-at-risk (LAN) 8,77%, DPK tumbuh 13% yoy jadi Rp 10.059 triliun," ungkap Mahendra dalam konferensi pers KSSK, Selasa (27/1/2026).
Lebih lanjut, Mahendra menyebut ketahanan bank terjaga pada dengan likuiditas bank memadai dan LDR berada di level 85,35%.
Sementara itu pasar saham RI ikut mencatatkan kinerja positif pada triwulan keempat 2025 seiring dengan kinerja perekonomian yang terjaga dan membaiknya sentimen global.
"IHS ditutup naik 7,27% dibandingkan kuartal sebelumnya (qtq)," jelas Mahendra.
Penguatan ditopang oleh transaksi harian saham dan non residence yang meningkat. Capaian positif pasar modal juga datang dari penghimpunan dana yang sepanjang 2025 penawaran umumnya naik Rp 274,28 triliun dari th sebelumnya.
(fsd/fsd)