Dolar Loyo ke Rp16.760, Bos BI Pede Rupiah Bakal Terus Menguat

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 16:54 WIB
Foto: Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)di Jakarta, Selasa (27/1/2026). (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini rupiah akan cenderung menguat seiring dengan stabilitas keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada awal tahun.

"Ke depan nilai tukar diperkirakan akan stabil dengan kecenderungan menguat didukung oleh imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah dan prospek pertumbuhan ekonomi lebih baik," tegas Perry dalam konferensi pers KSSK, Selasa (27/1/2026).

Tidak hanya itu, Perry memastikan BI meningkatkan intensitas langkah stabilitas nilai tukar rupiah, melalui intervensi di non-delivery forward (NDF) dalam negeri dan luar negeri, transaksi spot dan mengalakkan transaksi spot dan swap dalam yuan China dan yen Jepang.


"(Transaksi spot & swap) Untuk mendukung penguatan local currency transaction," paparnya.

Nilai tukar rupiah kembali melanjutkan tren penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (27/1/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda ditutup menguat 0,06% ke level Rp16.760/US$. Capaian ini sekaligus memperpanjang tren penguatan rupiah menjadi lima hari perdagangan beruntun. Sepanjang perdagangan, rupiah sempat bergerak melemah hingga menyentuh level Rp16.180/US$ sebelum akhirnya kembali berbalik menguat hingga penutupan perdagangan.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Uang Kartal BI Naik 12,09%, Transaksi Digital Tetap Melaju