Hasil Rapat KSSK: Kondisi Fiskal & Moneter RI Terjaga Sepanjang 2025

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 16:28 WIB
Foto: Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)di Jakarta, Selasa (27/1/2026). (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan menegaskan bahwa kondisi fiskal dan moneter sepanjang 2025 berada dalam kondisi terjaga didukung sinergi antar otoritas.

Dia menuturkan berdasarkan penilaian ke depan, kondisi perekonomian dan sektor keuangan masih menghadapi ketidakpastian. Hal ini didorong oleh ketegangan perdagangan dan geopolitik.


"Berdasarkan rapat berkala KSSK pertama yang telah dilaksanakan Jumat 23 Januari 2026, perekonomian dunia masih tantangan dengan ketidakpastian meningkat dinamika ekon 2025 masih dipengaruhi perang dagang AS-Tiongkok dan penurunan FFR agresif perlambatan aktivitas ekonomi AS mendoorng the Fed pangkas 25 basis poin pada triwulan IV-2025," kata Purbaya dalam konferensi pers KSSK, Selasa (27/1/2026).

Pemangkasan suku bunga acuan di AS ini menopang dan meningkatkan aliran dana ke emerging market, termasuk Indonesia. Adapun, pertumbuhan ekonomi dunia diwarnai oleh kebijakan impor AS dan rantai pasok global.

Adapun, ekonomi Jepang, China dan India diperkirakan melambat seiring dengan tertekannya penerimaan domestik dan ekspor.

"Pasar uang ketidakpastian meningkat oleh perang dagang serta meluasnya eskalasi geopolitik sementara itu IMF WEO merevisi pertumbuhan ekon global 3,3% pada 2025 dan 2026 lebih tinggi dari proteksi Oktober 2025," kata Purbaya.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditegaskan tetap kuat seiring dengan momentum pertumbuhan ekonomi pada akhir 2025 yang diperkirakan lebih tinggi. Pertumbuhan ini, menurut Purbaya, ditopang oleh permintaan domestik dan perbaikan keyakinan konsumen, serta didukung oleh stimulus fiskal dan moneter.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Uang Kartal BI Naik 12,09%, Transaksi Digital Tetap Melaju