CLOSE AD
MARKET DATA

Rupiah Masih Lanjut Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.760

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
27 January 2026 15:09
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah kembali melanjutkan tren penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (27/1/2026).

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda ditutup menguat 0,06% ke level Rp16.760/US$. Capaian ini sekaligus memperpanjang tren penguatan rupiah menjadi lima hari perdagangan beruntun. Sepanjang perdagangan, rupiah sempat bergerak melemah hingga menyentuh level Rp16.180/US$ sebelum akhirnya kembali berbalik menguat hingga penutupan perdagangan. 

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB justru berbalik menguat 0,08% ke level 97,116, setelah sempat tertekan selama tiga hari berturut-turut.

Penguatan rupiah pada perdagangan hari ini terjadi di tengah pelaku pasar yang tengah mencermati penetapan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pengganti Juda Agung.

Kepala Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto menilai, terpilihnya Thomas dapat memberi sinyal penguatan positif.

"Komisi XI DPR menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung. Latar belakang Thomas di Kemenkeu dan kedekatannya dengan Presiden memberi sinyal penguatan koordinasi fiskal-moneter,"ujar Rully.

Rully pun menambahkan, tetap penting bagi pemerintah dan BI untuk terus menegaskan komitmen menjaga independensi kebijakan moneter demi mempertahankan kepercayaan investor asing.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat lebih jauh dari level saat ini.

Menurutnya, salah satu faktor penopang datang dari tren pelemahan dolar AS di pasar global yang turut memengaruhi pergerakan mata uang lainnya.

"Kalau saya lihat sih dolar akan cenderung dilemahkan di pasar global, yen dikuatkan, itu biasanya berpengaruh. Kalau act concervative effort itu berpengaruh ke nilai tukar dolar, ke mata uang lain dalam jangka waktu cukup panjang, jadi kalau kita pintar-pintar dikit harusnya rupiah menguat lebih jauh dari level sekarang," tegasnya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

(evw/evw)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rupiah Menutup Pekan Naik Tipis, Dolar AS Turun ke Rp16.625


Most Popular
Features