Gerak-gerik Asing di Sesi 1: Borong DEWA, Guyur BBCA
Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing membukukan net sell Rp 1 triliun sepanjang sesi 1, Rabu (27/1/2026). Asing tercatat membeli saham senilai Rp 4,2 triliun dan melakukan aksi jual Rp 5,2 triliun.
Bank Central Asia (BBCA) kembali menjadi saham dengan net sell terbesar, jauh di atas emiten lain. BBCA membukukan net foreign sell Rp 549,5 miliar dengan volume 73 juta saham.
Seiring dengan tekanan jual tersebut, saham BBCA mengalami koreksi 1,63% ke level 7.525.
Di bawah BBCA, bertengger Antam (ANTM) dalam daftar saham dengan net foreign sell terbesar. ANTM mencatat net sell asing Rp 205,4 miliar dengan volume 44,5 juta saham.
Harga saham ANTM pun mengalami tekanan sebesar 2,94% setelah naik 10,96% pada perdagangan kemarin.
Selengkapnya, berikut lima saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan sesi 1 hari ini:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp 549,5 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Rp 205,4 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp 96,5 miliar
- PT Astra Internasional Tbk (ASII) - Rp 88,4 miliar
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) - Rp 588 miliar
Sementara itu, sejumlah saham yang mengalami tekanan harga dalam beberapa waktu terakhir diborong asing. Darma Henwa (DEWA) membukukan net buy Rp 73,5 miliar dan menduduki posisi teratas. Aksi borong asing tersebut ikut mengerek saham DEWA sebesar 3,17%.
Selanjutnya, Barito Renewables Energy (BREN) dan Sinergi Inti Andalan Prima (INET) mengekor dengan masing-masing net buy Rp 67,2 miliar dan Rp 63,4 miliar. BREN terpantau naik 1,6%, sedangkan INET masih berada di zona koreksi dengan penurunan -3,62%.
Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada sesi 1:
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Rp 73,5 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) - Rp 67,2 miliar
- PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) - Rp 63,4 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp 36 miliar
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) - Rp 35,7 miliar
Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas koreksi siang ini. Setelah sempat turun 1,13% pada sepuluh menit pertama perdagangan, IHSG ditutup melemah 53,67 poin atau turun 0,60% ke level 8.921,66.
Sebanyak 441 saham turun, 232 naik, dan 130 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 15,11 triliun, melibatkan 33,24 miliar saham dalam 2,08 juta kali transaksi.
Mayoritas sektor perdagangan merah dengan koreksi paling dalam dicatatkan oleh konsumer primer, properti dan barang baku, sedangkan yang mengalami apresiasi tertinggi infrastruktur dan energi.
(mkh/mkh)