Meski Tertekan Kinerja BUMI, IHSG Naik 0,27% Ditopang Saham Emas
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 24,32 poin atau naik 0,27% ke level 8.975,33 pada akhir perdagangan hari ini, Senin (26/1/2026). Indeks tercatat sempat lompat lebih dari 1% pada perdagangan intraday sesi pertama ditopang kinerja saham-saham sektor pertambangan dan perdagangan emas, sebelum akhirnya terpangkas signifikan dan bahkan sempat sesaat bergerak di zona merah.
Sebanyak 267 saham naik, 428 turun, dan 110 belum bergerak. Nilai transaksi hari ini tergolong ramai atau mencapai Rp 36,89 triliun, melibatkan 57,12 miliar saham dalam 3,83 juta kali transaksi.
Mengutip refinitiv, mayoritas sektor perdagangan terkoreksi hari ini, dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor barang baku yang melesat 3,37% dan sektor energi yang naik 0,90%. Adapun sektor properti tercatat turun dalam hingga 3,36%, diikuti oleh industri dan konsumer non primer.
Saham emiten tambang emas tercatat menjadi penggerak utama kinerja IHSG hari, dengan tiga dari empat saham yang menopang kinerja indeks bergerak di sektor ini. Saham AMMN, EMAS dan ANTM secara kolektif menyumbang 40,76 indeks poin.
Hari ini, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tercatat naik 9,03% ke level Rp 7.850 per saham. Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak agresif dengan penguatan 10,96% ke posisi Rp 4.760 per saham.
Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga menguat 4,91% ke level Rp 2.030 per saham, diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang naik 2,40% ke posisi Rp 1.280 per saham. Adapun saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat lonjakan paling tajam sebesar 18,22% ke level Rp 7.300 per saham.
Penguatan turut terjadi pada PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang naik 4,72% ke posisi Rp 2.440 per saham. Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 4,55% ke level Rp 3.450 per saham.
Selain itu, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) tercatat naik 2,42% ke harga Rp 635 per saham. Sementara PT United Tractors Tbk (UNTR) sebagai pemain alat berat dan pengelola tambang emas stagnan di posisi 27.275.
Adapun saham-saham emiten konglomerat kompak membebani kinerja IHSG hari ini.
Saham Bumi Resources (BUMI), Bayan Resources (BYAN), Petrosea (PTRO), Bukit Uluwatu Villa (BUVA), Darma Henwa (DEWS) dan Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) tercatat terkoreksi tajam dan membebani kinerja IHSG hari ini.
Secara spesifik saham BUMI yang masih menjadi efek paling ramai ditransaksikan di bursa hari ini ambruk 7,78% ke Rp 332 per saham dan menjadi beban terbesar IHSGÂ dengan sumbangsih koreksi 7,27 indeks poin.
Memasuki pekan terakhir Januari 2026, pasar keuangan global dan domestik masuk ke fase yang sangat menentukan.
Pelaku pasar akan menghadapi kombinasi sentimen yang datang bersamaan, mulai dari pelemahan dolar AS yang mencerminkan naiknya risiko politik di Washington, dinamika independensi Bank Indonesia yang kembali jadi sorotan, hingga keputusan suku bunga The Fed yang berpotensi mengubah arah volatilitas aset berisiko.
Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) akan mengumumkan keputusan kebijakan suku bunganya pekan ini, tepatnya pada Kamis (29/1/2026) dini hari.
Keputusan ini yang paling ditunggu pasar karena terjadi di tengah gejolak tensi geopolitik yang semakin memanas hingga gonjang-ganjing ekonomi dunia.
Berdasarkan Fedwatch Tools The Fed diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunganya di 3,5%-3,75%.
The Fed sendiri, khususnya Chairman Jerome Powell mendapat tekanan langsung dari Presiden Donald Trump yang mendesaknya untuk mundur.
Trump sebelumnya menyatakan telah mengantongi nama calon Gubernur The Fed dan bahkan sudah rampung melakukan wawancara langsung.
"Saya akan segera memberitahu Anda. Saya punya seseorang yang menurut saya akan sangat bagus, tetapi saya belum akan mengungkapnya sekarang," ujar Trump kepada dikutip Minggu (26/1/2026).
"Sosok ini sangat dihormati, sangat, sangat terkenal, dan saya yakin ia akan menjalankan tugasnya dengan sangat baik," tambahnya.
Sementara itu, investor kompak mencermati pergerakan harga emas dunia yang kembali mencetak rekor dan resmi menembus level US$ 5.000 per troy ons.
Pada perdagangan hari ini Senin (26/1/2026) hingga pukul 06.26 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,80% ke posisi US$5.026,93 per troy ons. Kenaikan ini membawa emas ke level baru yang belum pernah tercatat sebelumnya, yakni menembus level psikologis US$5.000 per troy ons.
Level US$5.000 ini menjadi pencapaian ekstrem bagi emas yang setahun lalu masih berada di kisaran US$2.700 per troy ons. Dalam waktu kurang dari setahun, emas melesat melewati level psikologis US$2.800, US$2.900, US$3.000, hingga US$4.000.
Sebelumnya pada perdagangan Jumat (23/1/2026), harga emas dunia juga telah naik 0,94% ke level US$4.982,57 per troy ons. Pada perdagangan intraday, emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$4.989,61 per troy ons, hanya terpaut tipis dari target US$5.000.
Harga emas kembali mencetak rekor dan mendekati level US$5.000 per troy ons setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan AS telah mengerahkan kapal ke arah Iran. Pernyataan tersebut meningkatkan ketegangan geopolitik dan mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.
(fsd/fsd)[Gambas:Video CNBC]