CLOSE AD
MARKET DATA

BTN (BBTN) Bidik Laba Bersih 2026 Tumbuh 22%

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
26 January 2026 17:02
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) telah menyalurkan hampir 30.000 unit rumah selama pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto. (CNBC Indonesia/Romys Binekasri)
Foto: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) telah menyalurkan hampir 30.000 unit rumah selama pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto. (CNBC Indonesia/Romys Binekasri)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menargetkan pertumbuhan laba bersih untuk tahun 2026 sebesar 20%-22%. Capaian tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan laba tahun 2025 yang diperkirakan mencapai 16%-18%.

"Net profit kita masih berani tulis 20%-22%karena memang masalah-masalah kredit masa lalunya sudah selesai, jadi sudah bersih," kata Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu saat rapat kerja dengan Komisi VI di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (26/1/2026).

Laba tersebut akan didorong oleh penyaluran kredit atau pinjaman yang ditargetkan tumbuh 8%-9% tahun ini. "Loan growth-nya mungkin masih 8%-9%, tapi ini OJK terus-terang minta dinaikkan," imbuhnya.

Dana pihak ketiga atau simpanan nasabah ditargetkan naik 7-8% agar sumber pendanaan bank semakin kuat dan stabil. BTN juga menargetkan biaya dana (cost of fund) tetap efisien, yaitu di bawah 3,6%.

Selain itu, BTN juga akan menjaga kualitas kredit dengan menekan biaya kredit di kisaran 1,0%-1,2% dan rasio kredit bermasalah (NPL) di bawah 3%.

Di sisi lain, Nixon juga mengungkapkan rencana aksi korporasi yang akan dilaksanakan pada 2026 untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu memaparkan, pada semester I hingga semester II tahun ini BTN akan menerbitkan wholesale funding senilai Rp4 triliun yang akan dilakukan secara bertahap.

Selanjutnya, BTN juga akan melakukan penguatan permodalan senilai Rp2 triliun yang direncanakan berlangsung pada semester II tahun ini.

"Aksi korporasi yang akan kami lakukan di tahun 2026 ini, yaitu penerbitan capital lagi Rp 2 triliun, ini kita harapkan juga dibeli Danantara. Kemudian ada bonds Rp 4 triliun atau wholesale funding," ungkapnya saat rapat kerja dengan Komisi VI di gedung DPR RI Jakarta, Senin (26/1/2026).

Selain itu, BTN juga akan melakukan ekspansi melalui pendirian anak perusahaan. BTN merencanakan pendirian anak usaha asuransi umum dengan kebutuhan modal sekitar Rp 250 miliar, yang ditargetkan terealisasi pada semester II tahun 2026.

Tidak hanya itu, Nixon menambahkan, BTN juga menyiapkan rencana pendirian anak usaha di bidang perusahaan pembiayaan, dengan nilai investasi sekitar Rp 3 triliun hingga Rp 5 triliun, yang akan direalisasikan pada periode yang sama.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BTN (BBTN) Cetak Laba Rp1,7 Triliun Semester I-2025


Most Popular
Features