Dukung MBG, BNI Kasih Pinjaman Rp1,5 Triliun ke 577 Nasabah

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Senin, 26/01/2026 18:00 WIB
Foto: Suasana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank negara Indonesia (Perseroan) Tbk. (BBNI) telah menyalurkan pembiayaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp 1,5 triliun. Direktur Utama BNI Purnama Wahju Setiawan mengatakan, dalam pelaksanaan program tersebut tercatat 6.560 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terdaftar dan terhubung dengan sistem transaksi digital.

"Kurang lebih di 6.560 titik, kurang lebih dari 34% dari total 19.188 dapur telah terintegrasi dengan BNI direct, dan dengan volume transaksi mencapai Rp 26 triliun. Dan BNI telah memberikan pembiayaan untuk 577 debitur dengan total pinjaman mencapai Rp 1,5 triliun," ujarnya dalam rapat kerja Komisi VI di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (26/1/2026).


Sebagai informasi, hingga September 2025, BNI mencatat pertumbuhan kredit segmen menengah sebesar 14,3% (YoY) dan kredit UMKM non-KUR meningkat 13,9% (YoY) menjadi Rp46,3 triliun.

Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal menegaskan, potensi pertumbuhan kredit UMKM masih sangat besar. Untuk itu, BNI mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas seperti industri padat karya, pembiayaan perumahan, serta program pemerintah seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini menjadi wujud dukungan BNI terhadap pemerataan ekonomi hingga ke tingkat desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk memastikan pembiayaan yang tepat sasaran, BNI telah menerapkan robust credit scoring tools sejak 2024 guna menilai kelayakan kredit secara akurat dan berkelanjutan.

BNI juga mengimplementasikan Tactical Account Planning (TAP) untuk mengoptimalkan profitabilitas nasabah, baik dari sisi pembiayaan (lending) maupun non-pembiayaan (non-lending).


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Multifinance Waspadai Efek & Risiko Tren Jual Motor "STNK Only"