Manufacture Check

Video: Harga Gas RI Lebih Mahal Dari ASEAN,Industri Aluminium Menjerit

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Senin, 26/01/2026 18:41 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Industri hilirisasi aluminium Indonesia terus didorong dan dikembangkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional sekaligus meningkatkan kemandirian industri dalam negeri dan Transisi energi.

Ketua Umum Gabungan Industri aluminium Indonesia (Galunesia), Oktavianus Tarigan memastikan dukungan industri terhadap upaya pemerintah mendorong hilirisasi aluminium nasional. Program ini menjadi upaya untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri lokal ditopang sumber daya alam bauksit yang cukup besar dengan cadangan nomor 5 dunia.

Meski demikian, industri aluminium RI saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan terkait ketersediaan energi yang kompetitif mengingat industri ini membutuhkan sumber energi yang besar. Selain itu industri membutuhkan kepastian pasokan gas yang kompetitif lewat kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) dengan kisaran harga USD6-7 per MMBTU mengingat harga gas di ASEAN hanya kisaran USD 4-5 per MMBTU

Selain itu sejumlah industri aluminium yang mengandalkan bahan baku impor mengalami dampak pelemahan nilai tukar Rupiah yang menyebabkan lonjakan biaya produksi.

Galunesia membutuhkan dukungan pemerintah dalam mengembangkan hilirisasi aluminium melalui kemudahan regulasi, aturan dan perizinan hingga pajak agar industri dapat efisien dan dapat bersaing dengan China-Vietnam.

Seperti apa prospek dan tantangan industri aluminium RI? Selengkapnya simak dialog Shinta Zahara dengan Ketua Umum Gabungan Industri Aluminium Indonesia (Galunesia), Oktavianus Tarigan di Manufacture Check, CNB Indonesia (Senin, 26/01/2026)