CLOSE AD
MARKET DATA

Asing Ramai-Ramai Jual BBCA, Harga Balik ke Oktober 2025

Redaksi,  CNBC Indonesia
26 January 2026 07:50
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Asing masih melanjutkan aksi jual saham PT Bank Central Asia (BBCA). Pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (23/1/2026), BBCA kembali menjadi saham dengan net foreign sell terbesar.

Asing membukukan net sell Rp 569,5 miliar dengan harga jual rata-rata Rp 7.621. Dengan demikian sepanjang pekan lalu, net sell BBCA mencapai Rp 3,97 triliun dengan rata-rata harga jual Rp 7.792,7. Dalam satu hari, bahkan saham BBCA sempat membukukan net foreign sell Rp 1,7 triliun.

Seiring dengan tekanan jual asing tersebut, saham BBCA mengalami koreksi 5,26% ke level 7.650 sepanjang periode 19-23 Januari 2026. Harga BBCA ini merupakan yang terendah dalam tiga bulan terakhir.

Sementara itu investor asing melakukan aksi penjualan bersih jumbo akumulatif, tembus sebesar Rp3,05 triliun di seluruh pasar. Perinciannya, sebesar Rp2,91 triliun di pasar reguler dan sebesar Rp142,87 miliar di pasar negosiasi dan tunai.

Selain BBCA, asing juga banyak melepas saham Bumi Resources (BUMI) pekan lalu dengan net sell Rp 1,34 triliun. Selain GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) juga masuk dalam daftar dengan net sell Rp 456,9 miliar. 

Selengkapnya, mengutip Indo Premier, berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan sepekan lalu:

  1. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp3,97 triliun
  2. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp1,34 triliun
  3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp456,9 miliar
  4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp420,5 miliar
  5. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp373,6 miliar
  6. PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) - Rp252,9 miliar
  7. PT Indika Energy Tbk. (INDY) - Rp223,8 miliar
  8. PT Timah Tbk. (TINS) - Rp196,4 miliar
  9. PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp155,7 miliar
  10. PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) - Rp138,9 miliar

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jeblok dan meninggalkan level psikologis 9.000 pada pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (23/1/2026), indeks ditutup turun 0,46% ke 8.951,01.

Indeks terkoreksi signifikan sepanjang perdagangan pekan lalu, turun 1,37%. Selama tiga hari berturut-turut sepanjang perdagangan pekan lalu, IHSG ditutup di zona merah.

Rata-rata nilai transaksi harian naik 3,59% menjadi Rp 33,85 triliun dengan rata-rata frekuensi transaksi yang lebih rendah 2,66% dari pekan sebelumnya.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Asing Lepas Rp 2,1 T Sehari, BBCA Dibanting ke Level Terendah 3 Tahun


Most Popular
Features