MARKET DATA

Purbaya Bisa Bikin Rupiah Menguat dalam Semalam: Tapi Saya Bukan BI

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
20 January 2026 15:40
Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa di acara Kelas Cuan Goes to Universitas Trisakti, Jakarta, Rabu, (30/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa di acara Kelas Cuan Goes to Universitas Trisakti, Jakarta, Rabu, (30/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku dapat membalikan arah tekanan rupiah saat ini menjadi penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka waktu 1-2 hari, bahkan semalam.

Sebagaimana diketahui, kurs rupiah hingga hari ini sudah hampir tembus ke level Rp 17.000/US$. Berdasarkan data Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah bergerak ke level Rp 16.975 pada pukul 14.12 WIB, atau melemah sekitar 0,24% dari penutupan perdagangan kemarin di level Rp 16.935.

Meski mengakui bisa menyelesaikan masalah tekanan kurs itu dalam semalam, Purbaya menekankan, ia bukanlah bank sentral yang seharusnya bisa cepat melakukan kebijakan penanganan itu. Ia menegaskan, perannya ialah sebagai bendahara negara yang mengelola APBN.

"Tapi betul memperbaikinya dua hari, semalam, dua malam, selesai itu. Tapi saya bukan bank sentral," tegas Purbaya saat ditemui di kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Purbaya pun mengklaim, tahu betul penyebab utama kurs rupiah hingga mengalami tekanan ke level seperti hari ini. Namun, lagi-lagi ia menekankan, bukan kapasitasnya menjelaskan itu ke publik, karena dirinya bukan pejabat bank sentral yang memiliki mandat untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

"Anda tanya ke Bank Sentral, entar saya dipancing-pancing masuk situ terus lagi. Nanti saya kelepasan, ribut lagi di luar. Kalau saya tahu alasannya, saya tahu betul alasannya kenapa," ucap Purbaya.

"Sudah, Rupiah sudah ya, BI saja," tegasnya.

Yang jelas, Purbaya menekankan, pergerakan kurs hingga hari ini telah jauh melemah dibanding fundamentalnya, alias undervalued. Oleh sebab itu, ia menganggap bank sentral sudah harus mengambil peran.

"Enggak ada alasan Rupiah melemah ketika modal masuk ke sini, ya kan? Menurut Anda gimana? Makanya ada yang aneh kan? Anda tanya ke Bank Sentral," ucap Purbaya sambil menegaskan "dibanding fundamental sekarang Rupiah terlalu lemah."

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking! Rupiah Terjun 1,12%, Dolar AS Dekati Rp16.500


Most Popular
Features