10:57
Video: Jurus Mobil Jepang Bersaing di Pasar RI, Perkuat Fitur Keamanan
Jakarta, CNBC Indonesia- Industri otomotif nasional menghadapi sejumlah tantangan di tengah gejolak ekonomi global sepanjang tahun 2025, imbasnya target penjualan mobil harus direvisi turun dari 900 ribu unit menjadi 780 ribu unit oleh Gaikindo.
Executive General Manager Subaru Indonesia, Adrian Quintano mengatakan penjualan ritel mobil pada tahun 2025 turun 6,3% dibanding tahun 2024. Dimana kondisi ini menjadi acuan untuk target 2026 yang bagi Subaru masih cukup realistis untuk memasang target yang sama dengan 2025.
Di 2026, Subaru masih menargetkan penjualan yang sama dengan tahun 2025 dan lebih realistis. Dimana angka penjualan bukan target utama namun fokus pada konsumen loyal dengan menawarkan mobil dengan sistem kenyamanan dan keamanan berkendara.
Subaru yang mengandalkan faktor keselamatan sebagai DNA Utama terus mengembangkan berbagai fitur unggulan seperti "EyeSight Driver Assist Technology" maupun teknologi 'Emergency Stop Assist" yang dapat menghentikan mobil aman saat pengemudi tidak responsif. Hal ini mendorong Subaru untuk memperluas edukasi terkait teknologi dan sistem keamanan sebagai bagian dari strategi pengembangan pasar.
Seperti apa strategi bisnis industri otomotif hadapi persaingan 2026? Selengkapnya Simak Dialog Bunga Cinka dengan Executive General Manager Subaru Indonesia, Adrian Quintano dalam AutoBizz, CNBC Indonesia (Selasa, 20/01/2026)