Dolar Nyaris Rp17.000, Purbaya Soroti Perbaikan Fondasi Ekonomi RI

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Selasa, 20/01/2026 14:27 WIB
Foto: Purbaya Perkirakan Ekonomi RI Sepanjang Tahun 2025 Tumbuh 5,2%

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menyoroti perihal pergerakan rupiah yang melemah mendekati level Rp 17.000 per dolar AS. Menurutnya, pelemahan rupiah tidak sejalan dengan fondasi ekonomi. Mengutip data Refinitiv, rupiah siang ini diperdagangkan di level Rp 16.975 per dolar AS, melemah 0,24% pada pukul 14:24 WIB, Selasa (20/1/2026).

Menurutnya, sistem ekonomi Indonesia seharusnya sudah terbiasa dengan guncangan ini. Pasalnya, persentase pelemahannya harusnya tidak besar. Dia yakin sejalan dengan perbaikan di ekonomi di dalam negeri, investor asing akan kembali masuk.


"(Lebih rendah) Dibanding level sebelumnya. Jadi harusnya sistem juga terbiasa...Tapi yang penting adalah gini ketika fondasi ekonomi kita perbaiki terus. Ekonomi aktif di dalam negeri akan naik. Orang akan melihat bagus. Investor akan balik termasuk investor asing," ujarnya.

Dia pun menilai pasokan dolar seharusnya mencukupi karena aliran dana asing masih tetap masuk ke pasar uang.

"Pasar modal gak mungkin naik, kalau gak ada investor asing yang masuk," paparnya.

Dia pun menegaskan pemerintah akan menjaga dan memperbaiki ekonomi Tanah Air. Dengan demikian, rupiah seharusnya akan cenderung menguat ke depannya.

"Jadi ekonomi kita kalau kita jaga terus dan kita akan perbaiki terus ke depan rupiah akan cenderung menguat," katanya.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rupiah Masih Lanjut Melemah, BI Rate Ditahan Lagi?